Presiden Gandeng Kampus Ternama di Dunia untuk Pendirian 10 Kampus Kedokteran
- 22 Jun 2026 20:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto akan melibatkan Imperial College London untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia
- 2. Imperial College London memiliki reputasi bagus karena peringkat dua di dunia
- 3. Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana untuk membangun 10 kampus kedokteran dan sains
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan membangun sepuluh universitas kedokteran dan sains di Indonesia. Nantinya pengembangan kampus tersebut akan bekerja sama dengan Imperial College London.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pertemuan dengan pihak Imperial College London di Istana Merdeka. Rombongan Imperial College London tersebut dipimpin oleh Vice President Imperial College, Amanda Wolthuizen.
"Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 Medical dan Science University. Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta usai bertemu Presiden Prabowo, Senin, 22 Juni 2026.
Brian menyatakan, kerja sama dengan Imperial College bersifat program kemitraan strategis atau strategic partnership program. Imperial College London akan berperanmendukung pengembangan institusi tersebut melalui penguatan kurikulum, standar pengajaran, penelitian bersama, hingga keterlibatan profesor internasional termasuk kualitas dosen-dosen.
“Mereka akan menjadi seperti apa?, mentor ya untuk kampus-kampus kita, terutama 10 kampus baru, kualitas dosennya, kualitas penelitian. Standar pengajaran, kurikulumnya, desain rumah sakit dan seterusnya, itu nanti akan di supervisi oleh profesor-profesor dari Imperial College,” ujarnya menerangkan.
Menurut Brian, kerja sama dengan Imperial College merupakan capaian yang sangat baik karena reputasi kampus tersebut. Berdasarkan peringkat universitas dunia (QS World University Rankings), Imperial College tersebut berada diperingkat dua dunia setelah Masscahusetts Institute of Technology (MTI) di Amerika Serikat.
Brian mengharapkan, kerja sama dengan Imperial College akan berdampak kepada kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan riset.
“Ini adalah sebuah capaian yang sangat baik karena kita tahu baru saja QS ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT. Jadi kalau nantinya kita bisa bekerja sama dengan Imperial College, maka kita berharap juga terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen di Indonesia,” katanya.
“Kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia,” ujarnya menerangkan.
Kendati demikian, pemerintah belum menentukan sepuluh universitas di Tanah Air yang akan bekerja sama dengan universitas asal London, Inggris tersebut. Menteri Brian menegaskan, kampus yang diibatkan tidak hanya berada di Pulau Jawa.
“Masih belum ditentukan, itu masih menunggu proses terkait dengan kesediaan lahan, lokasi mana yang paling membutuhkan dan sebagainya. Tapi itu nanti diumumkan berikutnya, semua kampus tentu terbuka ya untuk dilakukan Kerjasama,” terang Menteri Brian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....