Positive Technologies Teken Kerja Sama dengan Enam Universitas Indonesia
- 15 Mei 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perusahaan keamanan siber Rusia, Positive Technologies, memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia.
- Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional “Rusia – Dunia Islam: Kazan Forum”.
- Melalui kerja sama ini Positive Technologies ingin membagikan pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama bertahun-tahun kepada komunitas keamanan siber internasional.
RRI.CO.ID, Kazan - Perusahaan keamanan siber Rusia, Positive Technologies, memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Melalui penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama dengan enam perguruan tinggi Indonesia, Kamis, 14 Mei 2026 di Kazan, Rusia.
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional “Rusia – Dunia Islam: Kazan Forum”. Positive Technologies sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan empat institusi pendidikan Indonesia pada Mei 2025 dalam festival siber internasional Positive Hack Days.
Keenam universitas tersebut yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung, Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM). Serta Universitas Darul Ma’arif (UDM) dan sehari sebelumnya, perusahaan juga menandatangani dokumen serupa di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Melalui kerja sama ini Positive Technologies ingin membagikan pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama bertahun-tahun kepada komunitas keamanan siber internasional. Kata Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat, 15 Mei 2026.
“Tenaga kerja yang terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, dan seluruh negara. Kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli, yang dapat secara kolaboratif melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan secara global,” ujar Elena.
Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita, menilai kolaborasi ini dapat memperkuat kompetensi praktis mahasiswa dan mendukung pembangunan ketahanan siber nasional. Ia menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Dalam era transformasi digital yang cepat dan ancaman siber yang semakin kompleks, keamanan siber telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis dalam keamanan siber dan memberikan kontribusi berarti terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” ujar Arief Kartasasmita.
Sementara, Positive Technologies dalam dua tahun terakhir telah membangun salah satu jaringan kemitraan pendidikan keamanan siber internasional terbesar di Indonesia. Kata Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan, Yuliya Danchina.
“Kami secara bertahap menciptakan lingkungan di mana pendidikan bergerak melampaui teori menuju praktik langsung yang mencerminkan skenario dunia nyata. Pendekatan ini membantu melatih generasi profesional baru yang dapat mengantisipasi dan mencegah serangan siber,” ucap Yuliya Danchina.
Kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi tenaga pengajar, pendirian laboratorium khusus keamanan siber. Serta, pengembangan kurikulum yang berfokus pada keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman.
Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan platform pembelajaran mandiri EdTechLab di universitas-universitas mitra. Indonesia dinilai menjadi salah satu negara dengan perkembangan digital tercepat di Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus pelanggaran data yang dilaporkan di Asia Tenggara. Kondisi itu menjadikan penguatan kapasitas keamanan siber sebagai kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya ancaman digital di kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....