BPBL Jadi Wujud Kehadiran Negara Hadirkan Akses Listrik bagi Masyarakat
- 20 Jun 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian ESDM menegaskan Program BPBL memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu yang belum menikmati sambungan listrik
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut akses listrik merupakan hak seluruh warga dan menjadi bentuk kehadiran negara
- Hingga 2025, Program Lisdes menjangkau 1.403 lokasi dan BPBL telah terealisasi untuk 220.845 rumah tangga di Indonesia
RRI.CO.ID, Purworejo - Kementerian ESDM menegaskan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi upaya menghadirkan akses energi bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut menyasar warga yang belum menikmati sambungan listrik sebagai bagian pemerataan layanan energi nasional.
Program BPBL disebut menjadi wujud kehadiran negara dalam memastikan akses energi dapat dirasakan seluruh masyarakat. Kebijakan tersebut dijalankan sejalan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pemerataan penerangan nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan penyediaan akses listrik merupakan hak yang harus dinikmati seluruh warga negara. Menurutnya, pemerintah berkewajiban menghadirkan layanan energi bagi masyarakat tanpa memandang kondisi wilayah tempat tinggal.
"Maka Kementerian ESDM penyediaan akses energi listrik bagi masyarakat tanpa terkecuali karena setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Penyediaan akses penerangan ini juga wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik," kata Bahlil saat Prosesi penyalaan perdana bantuan pemasangan listrik baru itu berlangsung di Dusun Krembeng, Jumat, 19 Juni 2026.
Bahlil menjelaskan masyarakat yang sebelumnya belum menikmati listrik akan merasakan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran listrik dinilai mendukung aktivitas rumah tangga sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.
Selain mendukung kegiatan ekonomi, akses listrik juga memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan informasi. Menurut Bahlil, keberadaan listrik menjadi pondasi penting dalam mendukung perkembangan sumber daya manusia.
Bahlil menilai negara harus hadir ketika masyarakat membutuhkan penerangan, terutama di wilayah sulit dijangkau jaringan. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada daerah yang dinilai belum layak secara komersial untuk investasi.
Prosesi penyalaan perdana bantuan pemasangan listrik baru berlangsung di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Purworejo. Pada kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.
Program Lisdes dan BPBL dijalankan pemerintah bersama PT PLN secara sistematis dan terencana. Program tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terisolir, serta belum terjangkau jaringan listrik.
Sebagai informasi, hingga 2025 Program Lisdes telah menjangkau 1.403 lokasi yang tersebar dari Aceh hingga Papua Selatan. Sementara BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga, termasuk 19.161 rumah tangga di Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....