IPO: Bergabungnya Nur Alam ke PSI Berpotensi Pengaruhi Citra Partai

  • 19 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bergabungnya Nur Alam ke PSI Berpotensi Pengaruhi Citra Partai
  • kehadiran mantan terpidana kasus korupsi dalam partai politik masih menjadi sorotan masyarakat
  • Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam mengumumkan dirinya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

RRI.CO.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai bergabungnya Nur Alam ke PSI berpotensi memengaruhi citra partai publik. Menurut Dedi, kehadiran mantan terpidana kasus korupsi dalam partai politik masih menjadi sorotan masyarakat.

Karena itu, keputusan partai menerima figur dengan rekam jejak tersebut dapat memunculkan persepsi tertentu. Khususnya, terhadap komitmen partai dalam pemberantasan korupsi.

"Saat ini cukup banyak mantan terpidana korupsi yang masih aktif di partai politik. Bergabungnya Nur Alam ke PSI tentu dapat berdampak pada reputasi partai," kata Dedi dalam keterangannya yang diterima Jumat 19 Juni 2026.

Meski demikian, Dedi menilai dampak terhadap elektabilitas partai belum tentu signifikan. Berdasarkan sejumlah temuan survei, keberadaan mantan terpidana korupsi di partai politik tidak selalu berpengaruh langsung terhadap pilihan pemilih.

"Hanya saja, sejauh ini dalam catatan survei, keberadaan mantan koruptor tidak berdampak signifikan pada elektoral partai politik. Mungkin itu yang membuat partai tetap membuka ruang bagi mereka," ujarnya.

Dedi mengatakan kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian publik dalam menentukan pilihan politik. Menurutnya, masyarakat perlu mencermati rekam jejak tokoh maupun kader yang bergabung dalam suatu partai.

Ia juga menilai partai politik perlu memperkuat proses rekrutmen dan kaderisasi. Termasuk mempertimbangkan rekam jejak calon anggota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik.

"Idealnya, dengan tingkat kepercayaan publik terhadap partai yang masih rendah. Partai politik lebih selektif dalam menerima kader," katanya.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam mengumumkan dirinya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan itu disampaikan usai dirinya berkunjung ke Solo dan bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu, 17 Juni 2026.

Nur Alam mengaku kedekatannya dengan Jokowi sudah terjalin sejak lama. Bahkan, ia aktif mendukung PSI setelah Jokowi menunjukkan dukungannya kepada partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.

“Saya sampai hari ini sebagai mantan gubernur Sultra, bersahabat baik dengan dengan Pak Jokowi sejak menjadi gubernur DKI. Serta, beliau adalah atasan saya,” kata Nur Alam.

Ia menilai PSI akan memberikan ruang yang sama bagi seluruh kader untuk berkembang dan berkontribusi membesarkan partai. “Insyallah bisa menjadi partai terkemuka pada saatnya nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyambut baik bergabungnya Nur Alam. Ia berharap langkah mantan Gubernur Sultra tersebut dapat diikuti oleh tokoh-tokoh politik lain, khususnya para mantan kepala daerah.

“Pasca Pak Jokowi beliau mendukung PSI, itu mengusik tidur daripada para tokoh itu di seantero bumi Nusantara. Satu per satu datang, kini tiba giliran Pak Nur Alam ketemu di tempatnya Pak Jokowi,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....