Kemensos dan Kementerian PKP Percepat Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

  • 19 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos dan Kementerian PKP mempercepat program bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat
  • Program menggunakan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan ditargetkan mulai September 2026
  • Sebanyak 11 usulan rumah di Pasuruan telah lolos verifikasi faktual
  • Kota dan Kabupaten Pasuruan memperoleh kuota 225 unit rumah, sementara usulan di Jawa Timur mencapai 1.837 unit
  • Verifikasi mencakup kondisi bangunan, sanitasi, dan dokumen kepemilikan rumah

RRI.CO.ID, Pasuruan - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan program bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat secara menyeluruh.

Proses verifikasi faktual terus dilakukan untuk memastikan bantuan renovasi rumah tepat sasaran. Tahapan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditargetkan mulai berjalan pada September 2026.

Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4, Firdiansyah Fatoni, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi rumah calon penerima bantuan sesuai dengan kriteria program. Selain kondisi bangunan, tim juga memeriksa kelengkapan dokumen kepemilikan rumah.

"Untuk Pasuruan sudah 11 titik usulan Kemensos yang lolos verifikasi faktual. Verifikasi ini dilakukan agar bantuan benar-benar diberikan kepada keluarga yang berhak menerima," kata Firdiansyah di Pasuruan, Rabu 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan Kota dan Kabupaten Pasuruan memperoleh kuota 225 unit rumah sesuai usulan Kementerian Sosial. Sementara itu, total usulan renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur mencapai 1.837 unit.

Dalam proses verifikasi, tim meninjau sejumlah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik bangunan, sanitasi, serta aspek administrasi lainnya.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH mengatakan program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui berbagai program pemberdayaan.

"Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya yang tidak layak huni direnovasi. Jadi pendekatan yang dilakukan pemerintah menyasar seluruh aspek kesejahteraan keluarga," ucapnya.

Menurut Fajar, saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi di Pasuruan. Ketiganya terdiri atas Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 10 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian Sosial dan Kementerian PKP dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.

Melalui program ini, pemerintah berharap keluarga siswa Sekolah Rakyat tidak hanya memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Perbaikan kualitas hunian juga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....