Tekad Perajin Genteng di Majalengka agar Dapat Bersaing di Global
- 18 Jun 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Bagi masyarakat Jatiwang, genteng tidak hanya sekedar produk atap rumah tetapi identitas budaya.
- 2. Tingkatkan kualitas, perajin genteng uji coba produk di Balai Besar Keramik
- 3. Upaya uji coba produk agar genteng Indonesia bersiap bersaing di kancah global
RRI.CO.ID, Jakarta- Program Gentengisasi mendorong perajin genteng di sentra produksi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas. Produk genteng tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi dapat bersaing di kancah global terutama untuk produk item atap rumah.
Salah satu perajin genteng di Majalengka, Hena Gian Hermana mengatakan perajin berupaya untuk meningkatkan kualitas. Upaya tersebut di antaranya melalui uji produk di Balai Besar Keramik atau Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN).
"Upaya proses uji produk di Balai Keramik untuk mendatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sertifikasi SNI kami harapkan jadi modal kami bisa masuk ke pasar global sehingga produk kami bisa bersaing terutama item atap rumah," kata Hena Gian Hermana, kepada RRI.CO.ID, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia berharap Program Gengengisasi menjadi batu loncatan untuk bersaing di pasar global. Hena Gian menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas Program Gentengisasi.
Program Gentengisasi telah menggerakan kembali industri genteng di Jatiwangi. Bagi masyarakat Jatiwang, genteng tidak hanya sekedar produk atap rumah tetapi identitas budaya.
"Industri genteng bukan semata produk genteng tetapi identitas budaya kami di Jatiwangi. Ketika industri berjalan maka identitas tetap bertahan," katanya.
Oleh sebab itu, ia berharap Program Gentengisasi terus berkesinambungan karena telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Ekonomi menggeliat di sektor kerajinan genteng.
Program Gentengisasi juga berdampak kepada penciptaan lapangan kerja baru bagi warga sekitar pabrik. Hena Gian memiliki 32 orang pekerja dengan komposisi 20 orang adalah pekerja perempuan dan 12 orang pekerja laki-laki.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Bapak Presiden Prabowo atas Program Gentengisasi yang telah membantu mengerakan industri genteng rakyat. Harapan kami berkelanjutan, sehingga geliat industri genteng tidak habis lima tahun tapi harapannya berkelanjutan," katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....