Kementerian P2MI Layani Penempatan 433.169 Pekerja Migran Indonesia

  • 18 Jun 2026 23:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian P2MI memfasilitasi penempatan sebanyak 433.169 pekerja migran Indonesia ke berbagai negara tujuan utama.
  • Ika Untirta berkolaborasi dengan Pemprov Banten dan PT Krakatau Steel untuk memperkuat tata kelola migrasi aman.
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Banten berhasil menyelamatkan 572 calon tenaga kerja nonprosedural.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) memfasilitasi layanan penempatan 433.169 tenaga kerja nasional. Kolaborasi strategis tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Ika Untirta).

PT Krakatau Steel turut mendukung program penguatan tata kelola ekosistem migrasi aman ini. Sinergi lembaga ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memberIkan pelindungan menyeluruh bagi para pekerja migran.

Ketua Ika Untirta sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lamhot Sinaga menyambut baik. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Kantor Kementerian P2MI Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.

“Kerja sama ini merupakan bentuk nyata bagaimana pemerintah, dunia industri, dan organisasi masyarakat dapat berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem pekerja migran yang aman, profesional, dan berdaya saing global,” ujar Lamhot dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian P2MI, Pemprov Banten, Krakatau Steel Group, dan Ika Untirta di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta.

Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan bahwa peluang kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia masih terbuka sangat lebar. Data Sistem Informasi Peluang Kerja Luar Negeri (SIP2MI) per 13 Juni 2026 menunjukkan ketersediaan 313.803 lowongan.

“Masih ada 236.896 peluang kerja yang terbuka. Ini menjadi kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi,” kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin menambahkan Provinsi Banten memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam pengembangan pekerja migran. Pada periode 2025 hingga 12 Juni 2026, layanan penempatan pekerja migran asal Banten mencapai 5.542 layanan.

“JIka setiap pekerja migran mengirim rata-rata Rp5 juta per bulan, maka akan muncul multiplier effect bagi ekonomi lokal, menggerakkan UMKM, meningkatkan daya beli, dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut sangat baik kolaborasi penandatanganan kesepahaman lintas lembaga pemerintah tersebut. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten sukses mencegah keberangkatan 572 pekerja nonprosedural.

“Kami berharap, sesuai arahan Presiden, dalam beberapa tahun ke depan dapat semakin banyak pekerja migran Indonesia asal Banten yang terlatih, terdidik, dan ditempatkan melalui mekanisme resmi,” kata Andra.

Lamhot menegaskan kesiapan institusi alumni dalam mendukung penuh program peningkatan kapasitas kompetensi generasi muda. Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil.

“Alumni memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memastIkan generasi muda memiliki akses terhadap peluang yang lebih luas. Kerja sama ini harus menjadi gerakan nyata, bukan hanya berhenti pada dokumen,” kata Lamhot.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....