Mentan Amran Percepat Hilirisasi 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat

  • 19 Jun 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat hilirisasi perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
  • Program hilirisasi mencakup pengembangan kakao, kopi, mente, kelapa, dan tebu di berbagai daerah Indonesia.
  • Presiden Prabowo meminta bantuan pertanian di Papua senilai Rp5,5 triliun dalam dua tahun terakhir terus dilanjutkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto percepatan program hilirisasi perkebunan rakyat yang mencakup areal seluas 870 ribu hektare. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi petani.

"Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN Pangan kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam, tanam kakao, kopi, mente, kelapa dan tebu," kata Amran usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan terus dilanjutkan hingga 2027. Total luas lahan yang masuk dalam program perkebunan rakyat itu mencapai sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.

Menurut Amran, pemerintah tidak hanya fokus pada penanaman komoditas, tetapi juga pembangunan fasilitas hilirisasi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat industri berbasis pertanian di daerah.

Untuk komoditas kelapa, kata Amran, satu fasilitas pengolahan telah terbangun di Maluku Utara. Selain itu, pembangunan fasilitas hilirisasi juga dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah dan Indragiri Hilir, Riau.

Amran optimistis program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan petani, hilirisasi diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

"Hilirisasi dipercepat dan Insya Allah sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektare itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita. Itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Selain hilirisasi, Amran juga melaporkan perkembangan bantuan pertanian di Papua. Nilai bantuan yang disalurkan tahun ini mencapai sekitar Rp3,2 triliun, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp2 triliun.

Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian, pembangunan sawah, serta berbagai program peningkatan produktivitas pertanian. Secara total, bantuan pertanian untuk Papua dalam dua tahun terakhir telah mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.

Amran mengatakan Presiden meminta agar program bantuan tersebut terus dilanjutkan karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan petani. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

"Kami laporkan kepada Bapak Presiden. Beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini," kata Amran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....