Presiden Putin Puji ASEAN Sebagai Organisasi Regional Berpengaruh Besar

  • 18 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya memperkuat kemitraan strategis dengan ASEAN, dalam KTT ASEAN-Rusia di Kazan.
  • Menurut Putin, ASEAN telah membuktikan diri sebagai organisasi regional yang memiliki pengaruh besar tidak hanya di Asia-Pasifik, tetapi juga di tingkat global.
  • Ketua ASEAN 2026, Filipina menggarisbawahi tiga prioritas utama dalam hubungan ASEAN dan Rusia ke depan.

RRI.CO.ID, Kazan - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya memperkuat kemitraan strategis dengan ASEAN, dalam KTT ASEAN-Rusia di Kazan. Presiden Putin menilai hubungan kedua pihak telah berkembang menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Presiden Putin saat membuka KTT ASEAN-Rusia ke-35, Kamis, 18 Juni 2026. Ia turut menyambut kehadiran para pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Timor-Leste yang resmi bergabung dengan organisasi tersebut pada 2025.

Menurut Putin, ASEAN telah membuktikan diri sebagai organisasi regional yang memiliki pengaruh besar tidak hanya di Asia-Pasifik, tetapi juga di tingkat global. Ia menilai keberhasilan ASEAN didukung oleh komitmennya terhadap hukum internasional dan penghormatan terhadap kepentingan bersama negara-negara anggotanya.

"Prinsip-prinsip inilah yang menjadi dasar hubungan Rusia dengan ASEAN. Hubungan tersebut telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang, di tengah turbulensi geopolitik saat ini, berfungsi sebagai faktor stabilitas penting di kawasan Asia-Pasifik," ujar Putin menekankan.

Lebih lanjut, Putin mengatakan agenda pertemuan kali ini mencakup pembahasan berbagai isu regional dan internasional, evaluasi kerja sama ASEAN-Rusia selama 35 tahun terakhir. Serta, penentuan arah kemitraan strategis pada masa mendatang.

“Hasil kerja sama kita sudah terlihat jelas, kita telah membangun landasan hukum yang kuat dan jaringan mekanisme kerja sama yang luas. Berbagai platform dialog baru telah diluncurkan,” katanya.

“Ruang lingkup kerja sama praktis juga telah diperluas dalam bidang penanggulangan tantangan dan ancaman keamanan baru, perdagangan dan investasi, energi, pertanian. Kemudian, digitalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata, serta hubungan kemanusiaan secara umum.”

Sementara, Ketua ASEAN 2026, Filipina menggarisbawahi tiga prioritas utama dalam hubungan ASEAN dan Rusia ke depan. Yakni perdamaian dan keamanan, kemitraan ekonomi yang lebih dinamis, serta penguatan hubungan antarmasyarakat.

Terkait isu keamanan disebutkan tantangan lintas negara seperti terorisme, perdagangan ilegal, dan penipuan daring membutuhkan respons bersama. Kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos pada kesempatan yang sama.

"Ancaman lintas negara seperti terorisme, perdagangan ilegal, dan penipuan daring tidak mengenal batas negara. Karena itu, respons kita juga harus bersifat lintas batas," ucapnya menambahkan.

Selain itu, Marcos menilai hubungan antarmasyarakat harus menjadi fondasi utama kemitraan ASEAN-Rusia. Ia menyebut program beasiswa, pertukaran mahasiswa, kemitraan akademik, dan pariwisata sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan hubungan kedua pihak.

"Kaum muda tidak boleh dipandang hanya sebagai penerima manfaat di masa depan, tetapi harus ditempatkan di pusat kerja sama kita. Merekalah yang akan menentukan seperti apa hubungan ASEAN-Rusia di masa mendatang," ujar Marcos.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....