Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Presiden Prabowo Fokus Agenda dalam Negeri
- 17 Jun 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri KTT ASEAN-Rusia karena memilih fokus menyelesaikan agenda strategis di dalam negeri.
- Presiden Prabowo telah membahas berbagai isu kawasan bersama para pemimpin ASEAN, termasuk saat menghadiri pertemuan di Filipina.
- Pemerintah memastikan hubungan bilateral Indonesia-Rusia tetap kuat karena berbagai komitmen kerja sama dengan Rusia terus ditindaklanjuti secara teknis.
RRI.CO.ID, Bogor - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia. Ia mengatakan Presiden memilih fokus menyelesaikan berbagai agenda strategis di dalam negeri.
"Yang pertama tentu beliau memiliki pertimbangan tersendiri. Karena memang masih banyak hal yang beliau ingin fokus untuk diselesaikan di dalam negeri," kata Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu, 17 Juni 2026.
Mensesneg menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai agenda yang sedang berjalan. Pemerintah saat ini tengah fokus mengawal sejumlah program prioritas nasional.
Selain itu, Presiden juga telah melakukan berbagai pertemuan dengan pemimpin negara-negara ASEAN dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Filipina.
"Yang kedua juga dengan para pimpinan tinggi di negara-negara ASEAN. Beberapa waktu yang lalu juga beliau hadir di Filipina, banyak juga yang sudah didiskusikan," ujarnya.
Prasetyo menyebut berbagai pembahasan strategis terkait kawasan ASEAN telah dilakukan dalam forum tersebut. Hasil pertemuan itu kini memasuki tahap tindak lanjut oleh kementerian dan lembaga terkait.
Ia juga menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia tetap berjalan baik. Menurutnya, Presiden Prabowo telah lebih dahulu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas berbagai kerja sama strategis.
"Termasuk kalau berkenaan dengan hubungan bilateral dengan negara sahabat, terutama Rusia. Beberapa waktu yang lalu kan juga beliau sudah bertemu dengan Presiden Putin dan membicarakan banyak hal," kata Prasetyo.
Dari sejumlah kesepakatan yang dibahas dalam pertemuan tersebut, sebagian telah ditindaklanjuti secara teknis oleh kedua negara. Pemerintah memastikan komunikasi dan kerja sama Indonesia-Rusia tetap berlangsung aktif.
"Dan dari beberapa hal yang komitmen kerja sama juga sudah ada. Beberapa yang ditindaklanjuti secara teknis," ujarnya.
KTT ASEAN-Rusia dijadwalkan berlangsung di Kota Kazan, Rusia, pada 17 Juni 2026. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin negara ASEAN dan Rusia untuk membahas berbagai isu kawasan serta kerja sama ekonomi dan strategis.
Pemerintah menegaskan ketidakhadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut tidak akan memengaruhi hubungan Indonesia dengan Rusia. Berbagai agenda kerja sama yang telah disepakati tetap akan dilanjutkan melalui jalur diplomatik dan teknis yang tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....