BKKBN Pastikan Layanan KB Pascapersalinan Optimal di Denpasar

  • 17 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memastikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan di Kota Denpasar, Bali, berjalan optimal
  • Ini menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026
  • Menurut Isyana, pelayanan KB pascapersalinan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas

RRI.CO.ID, Denpasar – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memastikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan di Kota Denpasar, Bali, berjalan optimal. Ini menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.

Menurut Isyana, pelayanan KB pascapersalinan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas. "Pemerintah ingin memastikan setiap keluarga terencana, melalui pengaturan jarak kehamilan, ibu dapat lebih optimal memberikan ASI eksklusif kepada anak dan mendukung tumbuh kembang yang lebih baik," kata Isyana, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan kontrasepsi pascapersalinan. Terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dinilai aman dan efektif bagi para ibu.

Isyana juga mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat Kota Denpasar dalam memanfaatkan layanan KB. Hal itu terlihat dari antusiasme para akseptor yang secara sukarela memanfaatkan layanan kontrasepsi setelah melahirkan.

Menurutnya, penguatan pelayanan KB pascapersalinan perlu terus didukung melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga praktik bidan mandiri. "Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan KB sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih menilai pelayanan KB pascapersalinan memiliki peran strategis. Dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan di Kota Denpasar.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Tahun 2025, Angka Kelahiran Total (TFR) Kota Denpasar tercatat sebesar 1,79 dengan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) sebesar 49,7 persen. Karena itu, menurut Ni Luh, optimalisasi peran fasilitas kesehatan dan praktik bidan mandiri perlu terus diperkuat guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB.

"Penguatan layanan KB pascapersalinan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas keluarga. Sekaligus mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....