Wamendukbangga: Perempuan Pilar Utama Bangun Generasi Berkualitas

  • 03 Mei 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perempuan mempunyai peran strategis dalam membangun kualitas generasi menuju Indonesia Emas 2045
  • Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka
  • Ia menilai menjadi pilar utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing

RRI.CO.ID, Jakarta - Perempuan mempunyai peran strategis dalam membangun kualitas generasi menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Ia menilai menjadi pilar utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Terlebih khususnya ibu, memiliki peran kunci dalam keluarga.

“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan. Tetapi penggerak utama perubahan dalam menyiapkan generasi masa depan,” kata Isyana, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal melalui pembangunan manusia berkualitas. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama perempuan, menjadi hal krusial sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.

Isyana menambahkan, upaya tersebut selaras dengan program prioritas pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah konkret membangun generasi sehat sejak dini.

Ia menegaskan pembangunan bangsa harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Pembentukan BKKBN dalam struktur Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menjadi bentuk komitmen pemerintah memperkuat peran keluarga.

Menurutnya, perempuan berperan besar dalam mendidik, merawat, dan mengelola kehidupan rumah tangga. Selain itu, tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial.

“Orang tua harus terus belajar dan beradaptasi. Agar mampu mendampingi anak dengan tepat di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan kependudukan, pemerintah mengedepankan pendekatan berbasis siklus hidup dalam setiap program. Pendekatan ini mencakup intervensi berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, balita, remaja, hingga lanjut usia.

Isyana juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok remaja dan lansia dalam pembangunan keluarga. Remaja membutuhkan ruang konseling untuk menghadapi berbagai persoalan, termasuk kesehatan mental.

Sementara itu, lansia perlu tetap diberdayakan agar produktif sebagai bagian dari bonus demografi kedua. Pemerintah berharap penguatan peran perempuan dan keluarga dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....