Bakom RI Tegaskan Program Gentengisasi untuk Gerakkan Ekonomi UMKM

  • 17 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Program gentengisasi merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto
  • 2. Program gentengisasi menggerakan ekonomi UMKM
  • 3. Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar.
  • 4. Program gentengisasi terintegrasi dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari menegaskan program gentengisasi tidak sekedar membangun fisik hunian. Menurutnya, program tersebut berdampak bagi pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); dan masyarakat.

"Program gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo agar pembangunan rumah rakyat tidak hanya berfokus pada fisik hunian. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM," kata Qodari dalam keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia mengatakan, program gentengisasi terintegrasi dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Selain itu, program tersebut merupakan bagian dari program Presiden Prabowo yakni gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri).

Peluncuran perdana program gentengisasi dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) pada 11 Maret 2026. Peluncuran di Sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pada peluncuran tersebut, Menteri Ara melepas 14 truk berisi Rp75.000, dengan total pemesanan mencapai 24 truk. Adapun nilai pemesanan dari pelincuran tersebut mencapai Rp3 miliar dari program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Lebih lanjut Qodari menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan perbaikan 250 unit rumah dengan potensi belanja Genteng Rp500 juta. Adapun Pemerintah Kabupaten Majalengka mengalokasikan perbaikan 1.715 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dengan kebutuhan genteng sekitar Rp1,5 miliar unit.

"Skema BSPS Pemerintah Pusat Rp900 rumah di Kabupaten Majalengka. Akan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng Rp1 miliar," ujarnya.

"Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar. Seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM pengrajin genteng lokal," katanya.

Menteri Ara menyampaikan komitmen pribadi untuk memesan 10 truk genteng untuk kebutuhan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pihak swasta juga mendukung program gentengisasi dengan memesan genteng dari pelaku UMKM.

Pihak swasta tersebut diantaranya pengembang rumah subsidi Muhammad Ridwan atau yang akrab dipanggil Wawan. Pengembang rumah subsidi lainnya adalah Angga.

"Dukungan juga datang dari sektor swasta, dua pengembang rumah subsidi yang sempat viral karena mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo. Keduanya adalah Saudara Angga dan Wawan turut memesan masing-masing empat truk genteng dari UMKM Jatiwangi untuk proyek mereka di Bogor dan di Serang," katanya menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....