Komisi VII Minta Kemenpar Petakan Perkembangan Pariwisata Negara Tetangga
- 03 Jun 2026 16:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR meminta Kemenpar memetakan perkembangan pariwisata negara-negara Asia Tenggara.
- Promosi dan konektivitas dinilai menjadi kunci meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
- DPR mendorong evaluasi berbasis data untuk mengukur posisi pariwisata Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI meminta Kementerian Pariwisata melakukan pemetaan perkembangan sektor pariwisata negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun global.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengatakan hal ini diperlukan dalam menyusun kebijakan dan penggunaan anggaran pariwisata. Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata negara pesaing perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
"Saya berharap dalam pertemuan berikutnya, Ibu Menteri juga perlu menyampaikan kondisi pesaing-pesaing kita di negara-negara tetangga. Sehingga kita punya ukuran jelas dari anggaran yang ada ini, sebenarnya apa yang kita tuju," kata Novita dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi perkembangan sektor pariwisata Vietnam yang dinilai terus menunjukkan kemajuan. Novita menilai kondisi tersebut perlu dicermati agar Indonesia tidak tertinggal dalam menarik kunjungan wisatawan.
Ia menegaskan penggunaan anggaran pariwisata harus diarahkan pada target yang jelas dan mampu menjawab berbagai tantangan sektor pariwisata. Selain itu, promosi destinasi wisata juga perlu diperkuat secara berkelanjutan.
Novita juga menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas menuju destinasi wisata. Menurutnya, akses transportasi yang lebih baik dapat membantu pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga meminta Kemenpar menyajikan data perbandingan perkembangan sektor pariwisata Indonesia dengan negara lain. Data tersebut dinilai penting untuk mengukur posisi dan laju pertumbuhan pariwisata nasional.
Menurut Lamhot, Indonesia perlu terus meningkatkan daya saing sektor pariwisata agar mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, evaluasi berbasis data perlu dilakukan secara berkala.
"Kita butuh data apakah kemudian pertumbuhan yang saat ini dibandingkan 2024-2025, dibanding negara lain. Rasionya itu apa ada pertumbuhan atau mendekati atau tidak," kata Lamhot.
Selain itu, ia mendorong Kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi dengan InJourney untuk meningkatkan konektivitas penerbangan ke berbagai destinasi wisata. Langkah tersebut diharapkan memudahkan wisatawan menjangkau lebih banyak daerah tujuan wisata di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....