BPS: Harga Bawang Merah Naik Pekan Kedua Juni

  • 17 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPS mencatat harga bawang merah naik 12,50 persen pada pekan kedua Juni 2026 dibandingkan Mei 2026
  • Harga rata-rata nasional bawang merah mencapai Rp50.561 per kilogram, melampaui HAP batas atas Rp41.500 per kilogram
  • Kenaikan harga terjadi di 287 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro menjadi daerah dengan harga bawang merah tertinggi
  • Pemerintah akan memperbaiki distribusi bawang merah untuk menekan harga dan menjaga pasokan antardaerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang merah terus mengalami kenaikan hingga pekan kedua Juni 2026. Secara nasional, harga rata-rata bawang merah kini mencapai Rp50.561 per kilogram.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan harga bawang merah hingga pekan kedua Juni 2026 naik 12,50 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan tersebut terjadi di 287 kabupaten dan kota di Indonesia.

"Secara umum harga bawang merah sampai dengan minggu kedua Juni 2026 itu naiknya 12,50 persen. Saat ini secara rata-rata nasional harga bawang merah sudah menyentuh Rp50.561 per kilogram," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Amalia, harga rata-rata nasional tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen. Saat ini HAP batas atas bawang merah berada di level Rp41.500 per kilogram.

"Level harganya sudah tinggi karena secara rata-rata nasional harga bawang merah sudah menyentuh Rp50.561 per kilogram. Ini sudah jauh di atas HAP batas atas Rp41.500 per kilogram," ucapnya.

BPS mencatat sejumlah daerah mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menjadi salah satu daerah dengan harga bawang merah tertinggi yang mencapai Rp84.074 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tercatat mencapai Rp90.000 per kilogram. Harga tersebut berada 116,87 persen di atas HAP batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Amalia mengatakan daerah-daerah yang ditandai dalam pemantauan BPS menunjukkan kondisi harga yang sudah tinggi dan masih mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi pangan di daerah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menilai kenaikan harga bawang merah sebagai sebuah anomali. Penilaian tersebut muncul di tengah tingginya harga bawang merah meski Indonesia telah mampu mengekspor komoditas tersebut.

"Kemudian juga bawang merah menjadi anomali, karena kita sudah ekspor. Mungkin distribusinya kita akan perbaiki ke depan, karena kita sudah ekspor bawang merah," kata Amran.

Menurut Amran, pemerintah akan memperbaiki distribusi bawang merah agar pasokan lebih merata di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan harga yang saat ini masih tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....