Hari Raya Galungan dan Kuningan, Intip Filosofi dan Daftar Hidangan Tradisi Mebat

  • 17 Jun 2026 12:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya warga non hindu, belum mengetahui tradisi 'mebat' dalam memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pada tahun ini, Hari Raya Galungan dan Kuningan diperingati pada 17 Juni 2026.
  • Simak filosofi dan daftar hidangan dalam tradisi mabat di Hari Raya Galungan dan Kuningan yang diperingati umat Hindu.
  • Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali biasanya melakukan berbagai persiapan tradisi. Salah satunya, yakni tradisi mebat atau memasak bersama mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong (ngayah).

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya warga non hindu, belum mengetahui tradisi 'mebat' dalam memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan. Pada tahun ini, Hari Raya Galungan dan Kuningan diperingati pada 17 Juni 2026.

Simak filosofi dan daftar hidangan dalam tradisi mabat di Hari Raya Galungan dan Kuningan yang diperingati umat Hindu. Masyarakat Bali memiliki beragam tradisi yang masih dilestarikan secara turun temurun, salah satunya tradisi mebat.

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali biasanya melakukan berbagai persiapan tradisi. Salah satunya, yakni tradisi mebat atau memasak bersama mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong (ngayah).

Filosofi Tradisi Mebat

Melansir laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, mebat merupakan tradisi memasak hidangan khusus secara bersama-sama oleh masyarakat Hindu Bali. Tradisi mebat, biasanya dilakukan sebelum upacara keagamaan dimulai.

Tradisi mebat ini dilakukan oleh seluruh warga umat Hindu, baik perempuan maupun laki-laki. Tradisi ini, sebagai aktualisasi dari konsep menyama braya atau saling membantu.

Tradisi mebat ini juga digelar ketika kerabat atau tetangga memiliki hajatan atau upacara adat tertentu. Selain menjelang Galungan, mebat juga dilakukan saat upacara adat seperti ngaben, pernikahan, potong gigi, dan lain-lain.

Tradisi mebat ini sekaligus mencerminkan karakteristik masyarakat Hindu Bali yang penuh kehangatan. Tradisi mebat ini juga mengedepankan semangat gotong royong dengan bahu-membahu menyelesaikan persiapan upacara.

Daftar Hidangan Tradisi Mebat

Terdapat beragam jenis hidangan yang biasanya dimasak secara bersama-sama melalui tradisi mebat. Biasanya, hidangan yang disajikan antara lain olahan ayam maupun babi yang dimasak menggunakan bumbu basa genep khas Bali.

Berikut daftar hidangan yang biasanya disajikan saat tradisi mebat dalam momen Hari Raya Galungan dan Kuningan:

  1. Lawar

Hidangan khas Bali yang terbuat dari campuran sayuran (kacang panjang atau nangka muda), kelapa parut, dan daging cincang yang dibumbui dengan rempah khas Bali.

2. Sate Lilit

Sate khas Bali yang dibuat dari daging cincang (ikan, ayam, atau babi) yang dicampur bumbu, lalu dililitkan pada batang serai atau bambu sebelum dibakar.

3. Babi Guling

Hidangan khas Bali berupa babi utuh yang dibumbui rempah khas (basa genep) kemudian dipanggang hingga kulitnya garing kecoklatan, dan memiliki tekstur yang unik.

4. Tum Ayam/Tum Daging

Olahan daging cincang berbumbu yang dibungkus daun pisang kemudian dikukus hingga matang.

* Urutan

Olahan daging babi berbumbu yang dimasukkan ke dalam usus, lalu dipanggang atau digoreng.

Ayam Betutu

Ayam yang dibumbui dengan rempah lengkap khas Bali, kemudian dimasak perlahan hingga empuk dan kaya rasa.

Be Balung

Hidangan khas Bali berupa olahan daging sapi yang dimasak dalam waktu lama bersama tulang (balung) dengan bumbu rempah khas Bali atau basa genep hingga menjadi empuk dan berkaldu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....