MPR Dorong Pelestarian Lengger Banyumas sebagai Warisan Budaya
- 16 Jun 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pelestarian seni tradisi lengger Banyumas merupakan bagian penting
- Dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan generasi muda
- Hal itu disampaikan Lestari saat menghadiri kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Lengger Banyumas: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran Bangsa di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
RRI.CO.ID, Banyumas – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pelestarian seni tradisi lengger Banyumas merupakan bagian penting. Dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan generasi muda.
Hal itu disampaikan Lestari saat menghadiri kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Lengger Banyumas: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran Bangsa di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurut Lestari, budaya memiliki peran penting sebagai fondasi moral dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi.
"Ketika kita bicara lengger Banyumasan. Sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana menjaga warisan budaya sekaligus merawat kesadaran kebangsaan," kata Lestari, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menilai demokrasi tidak hanya berkaitan dengan kontestasi politik atau proses pemilihan umum, tetapi juga membutuhkan fondasi budaya yang kuat. Menurutnya, masyarakat yang menghargai perbedaan, menghormati sesama, dan memiliki kedekatan dengan budaya bangsanya merupakan modal penting dalam memperkuat demokrasi.
Lestari juga mengingatkan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi yang harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi para seniman dan budayawan Banyumas yang konsisten melestarikan seni lengger beserta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Lestari mendorong agar lengger Banyumas dapat diusulkan menjadi warisan budaya dunia setelah sebelumnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019. "Pengakuan tersebut penting sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa sekaligus upaya memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat global," ujarnya.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hilangnya kesenian. Melainkan berkurangnya keterhubungan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.
Karena itu, Lestari mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama. Ini yang melibatkan pemerintah, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar budaya yang kuat dan mampu menjaga warisannya tetap hidup. Di tengah perubahan zaman," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....