Profil Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman yang Kunjungi Indonesia
- 15 Jun 2026 16:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier memulai karier dari ahli hukum hingga menjadi Presiden Jerman sejak 2017.
- Steinmeier dikenal sebagai diplomat senior yang aktif memperkuat demokrasi dan kerja sama internasional.
- Kunjungan kenegaraan ke Indonesia menjadi momentum penguatan kemitraan strategis Indonesia-Jerman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Senin, 15 Juni 2026. Dalam lawatan tersebut, Steinmeier bertemu Presiden Prabowo Subianto dan menjalani sejumlah agenda diplomatik di Jakarta.
Bagi masyarakat Indonesia, nama Steinmeier mungkin tidak sepopuler para kanselir Jerman. Namun, politikus senior Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) itu merupakan salah satu tokoh berpengaruh dalam politik Jerman modern.
Steinmeier lahir di Detmold, Jerman Barat, pada 5 Januari 1956. Ia menempuh pendidikan hukum dan meraih gelar doktor sebelum memulai karier di pemerintahan.
Karier politiknya mulai menanjak saat menjadi ajudan dekat Gerhard Schröder pada era 1990-an. Ketika Schröder menjabat Perdana Menteri Lower Saxony, Steinmeier dipercaya menjadi kepala staf sejak 1996.
Kepercayaan tersebut berlanjut saat Schröder menjadi Kanselir Jerman pada 1998. Steinmeier kemudian diangkat sebagai wakil sekretaris di kantor kanselir dengan tanggung jawab mengawasi layanan intelijen.
Dari 1999 hingga 2005, ia menjabat Kepala Staf Kanselir Jerman. Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu tokoh penting di balik berbagai kebijakan pemerintah federal saat itu.
Setelah pemilihan federal 2005, Steinmeier dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan koalisi pertama Kanselir Angela Merkel. Ia menjabat posisi tersebut hingga 2009 dan kembali mendudukinya pada periode 2013 hingga 2017.
Selain itu, Steinmeier juga pernah menjabat Wakil Kanselir Jerman pada 2007 hingga 2009. Di tingkat internasional, ia dikenal aktif dalam diplomasi dan sempat menjadi Ketua Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) pada 2016.
Pada November 2016, koalisi pemerintahan Jerman mencalonkan Steinmeier sebagai Presiden Republik Federal Jerman. Dukungan mayoritas partai membuat peluangnya memenangkan pemilihan sangat besar.
Steinmeier kemudian terpilih sebagai Presiden Jerman pada 12 Februari 2017 dengan meraih sekitar 74 persen suara dalam Konvensi Federal. Ia resmi menjabat sejak 19 Maret 2017 dan kembali terpilih untuk masa jabatan kedua pada 2022.
Sebagai presiden, Steinmeier dikenal aktif memperkuat diplomasi internasional Jerman. Ia juga kerap menyuarakan pentingnya demokrasi, multilateralisme, dan kerja sama global dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Kunjungan ke Indonesia kali ini menjadi lawatan pertamanya sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat. Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, kedua pemimpin membahas kerja sama ekonomi, energi, iklim, tenaga kerja terampil, hingga kebudayaan.
Selain bertemu Presiden Prabowo, Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, dan Gereja Katedral Jakarta. Agenda tersebut menjadi simbol penting dialog antarbudaya dan toleransi yang menjadi perhatian kedua negara.
Lawatan Presiden Steinmeier menunjukkan eratnya hubungan Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun. Kunjungan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....