Momen Presiden Prabowo Kenang Masa Pelatihan di Jerman Tahun 1981
- 16 Jun 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo mengenang pengalaman mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981.
- Pengalaman tersebut disampaikan saat jamuan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara.
- Kunjungan Presiden Steinmeier diharapkan semakin memperkuat kemitraan kedua negara di tengah ketidakpastian global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengenang pengalamannya menjalani pelatihan di Jerman. Momen tersebut terjadi saat menjamu Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Pengalaman tersebut menjadi salah satu refleksi kedekatan hubungan Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral kedua negara yang telah berlangsung selama 74 tahun. Menurutnya, Jerman merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa.
"Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia, selama 74 tahun, perhubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita. Membuat Jerman menjadi salah satu mitra penting di Eropa," kata Presiden Prabowo.
Presiden menilai Jerman telah menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan Indonesia, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, disiplin, serta penguatan institusi. Pengaruh tersebut juga dirasakan oleh banyak warga Indonesia yang pernah menempuh pendidikan dan pelatihan di negara tersebut.
Menurut Presiden, salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kedekatan kuat dengan Jerman adalah Presiden ketiga RI, BJ Habibie. Habibie diketahui menempuh pendidikan tinggi dan membangun karier profesionalnya di Jerman sebelum kembali mengabdi untuk Indonesia.
"Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman," ujarnya.
Di hadapan Presiden Steinmeier dan Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender, Presiden Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman. Pengalaman tersebut disebutnya memberikan kesan mendalam hingga saat ini.
"Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini," kata Presiden.
Presiden juga menegaskan hubungan Indonesia dan Jerman sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum kedua negara menjalin hubungan diplomatik resmi. Menurutnya, kalangan akademisi dan ilmuwan Jerman telah lama berperan memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional.
Karena itu, Presiden memandang hubungan kedua negara memiliki fondasi historis yang kuat. Hubungan tersebut kini terus berkembang melalui kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, riset, hingga kebudayaan.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia. "Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenbender sehat dan sukses, dan rakyat Indonesia dan Jerman terus sejahtera dan bersahabat," ujar Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....