Kilas Istana: RI-Jerman Perkuat Kemitraan Strategis Ditengah Dinamika Geopolitik

  • 16 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier sepakat memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Jerman.
  • Pertemuan bilateral berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
  • Indonesia dan Jerman mendorong percepatan penyelesaian IEU-CEPA untuk memperluas kerja sama ekonomi.
  • Kedua negara memperkuat kolaborasi di sektor energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, dan semikonduktor.
  • Jerman didorong meningkatkan investasi pada sektor strategis dan transisi energi Indonesia.
  • Indonesia membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja terampil dan profesional di Jerman.
  • Pendidikan, riset, inovasi, dan kebudayaan menjadi pilar penting hubungan bilateral kedua negara.
  • Prabowo dan Steinmeier sepakat seluruh konflik global harus diselesaikan melalui perundingan dan diplomasi.
  • Kunjungan Steinmeier ke Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, dan Katedral menegaskan nilai toleransi Indonesia.
  • Lawatan Presiden Jerman menjadi momentum menuju 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman pada 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Jerman memasuki babak baru. Di tengah ketidakpastian geopolitik, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni diplomatik. Pertemuan keduanya menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027 mendatang.

Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier dan ibu negara disambut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tiba di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta , Senin, 15 Juni 2026 (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Sambutan Meriah di Istana Merdeka

Sejak pagi, suasana Istana Merdeka telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan kepala negara sahabat tersebut. Rombongan Presiden Steinmeier memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta dengan pengawalan pasukan berkuda.

Di sepanjang jalur menuju Istana Merdeka, ratusan pelajar sekolah dasar melambaikan bendera Indonesia dan Jerman. Tarian khas Melayu turut memeriahkan prosesi penyambutan yang berlangsung hangat dan penuh warna budaya Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier sesaat setelah Steinmeier turun dari mobil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026 (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Setibanya di halaman Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden Steinmeier. Keduanya berjabat tangan sebelum mengikuti upacara kenegaraan yang diawali dengan pemeriksaan pasukan kehormatan.

Lagu kebangsaan Jerman dan Indonesia Raya kemudian dikumandangkan secara bergantian. Dentuman meriam kehormatan mengiringi prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara.

Usai upacara penyambutan, kedua pemimpin berjalan menyapa para pelajar yang memadati halaman istana. Momen itu menghadirkan suasana akrab di tengah agenda diplomatik yang berlangsung resmi.

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier kepada para pelajar Sekolah Dasar yang menyambut kedatangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026 (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo selanjutnya memperkenalkan satu per satu jajaran menteri Kabinet Merah Putih kepada Presiden Steinmeier. Setelah itu, kedua kepala negara menuju Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête antara Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier. Pembicaraan empat mata itu menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin untuk membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama.

Momentum Penting di Tengah Gejolak Dunia

Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo menegaskan arti penting kunjungan Presiden Steinmeier bagi Indonesia. "Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia, karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik," ucap Presiden Prabowo.

Senada dengan itu, Presiden Steinmeier menilai hubungan Indonesia dan Jerman semakin penting di tengah berbagai konflik internasional yang sedang berlangsung. "Di dalam situasi dimana dunia tergunjang oleh kekerasan di banyak kawasan dunia yang makin meningkat, situasi kemitraan seperti antara Jerman dengan Indonesia sangat berarti," ujar Steinmeier.

Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis Jerman di kawasan Indo-Pasifik. Hal tersebut juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan tarian khas Melayu kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan ibu negara sesaat setelah keduanya tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Fokus Penguatan Ekonomi dan Investasi

Pertemuan bilateral menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi. Presiden Prabowo menegaskan kedua negara sepakat meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Salah satu fokus utama adalah percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). "Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier saat penyampaian pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: RRI/Afriani Respati)

Sementara itu, Steinmeier menyatakan Jerman mendukung percepatan penyelesaian perjanjian tersebut karena memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara. "Kami juga di Jerman merasa tetap bertanggung jawab untuk segera meratifikasikan perjanjian ini, karena mengandung potensi yang sangat besar," kata Steinmeier.

Kerja Sama Energi, Hilirisasi dan Industri Masa Depan

Indonesia juga mengundang Jerman memperluas investasi pada sektor-sektor strategis nasional. Presiden Prabowo menyebut beberapa bidang prioritas, antara lain transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga pengembangan infrastruktur.

Selain itu, Indonesia membuka peluang kerja sama dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang yang menjadi kebutuhan penting industri global masa depan. Di bidang energi, kedua negara melihat peluang besar untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan buku tamu oleh Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: RRI/Afriani Respati)

Steinmeier menilai tantangan perubahan iklim dan ketergantungan terhadap energi fosil menuntut kerja sama yang lebih erat antarnegara. "Dan saya yakin ada banyak kemungkinan untuk kerjasama antara perusahaan Jerman dan Indonesia," ucapnya.

Membuka Peluang bagi UMKM dan Tenaga Kerja Indonesia

Kerja sama ekonomi tidak hanya menyasar perusahaan besar. Pemerintah Indonesia menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan kedua Joint Economic and Investment Committee tahun ini sebagai wadah memperluas kolaborasi bisnis kedua negara. Di sektor ketenagakerjaan, kedua negara mencatat kemajuan melalui penandatanganan Letter of Intent Global Skills Partnership di bidang keperawatan.

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia ingin memperluas peluang kerja tenaga profesional Indonesia di Jerman. Termasuk pada sektor teknologi tinggi yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Presiden Prabowo Subianto menjabat tangan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier usai penyampaian pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: RRI/Afriani Respati)
Pendidikan, Riset dan Budaya Jadi Pilar Kemitraan

Selain ekonomi, kedua pemimpin menempatkan pendidikan, penelitian dan kebudayaan sebagai pilar penting hubungan bilateral. Presiden Prabowo menyebut Jerman telah lama menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan Indonesia, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan tarian khas Melayu kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan ibu negara sesaat setelah keduanya tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam jamuan santap siang kenegaraan, Presiden mengungkapkan kedekatan historis Indonesia dengan Jerman. "Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi," ujar Kepala Negara.

Presiden juga mengenang pengalaman pribadinya mengikuti pelatihan di Jerman pada 1981. "Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981," ujar Presiden.

Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menyapa anak-anak penyambut tamu negara sesaat sebelum jamuan makan siang kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sepakat Dorong Perdamaian Dunia

Salah satu poin penting dalam pertemuan bilateral adalah kesamaan pandangan kedua negara mengenai pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. "Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan," kata Presiden Prabowo.

Kedua negara juga menegaskan dukungan terhadap tatanan dunia berbasis aturan internasional serta prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam pertemuan tête-à-tête di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Diplomasi Toleransi di Istiqlal dan Katedral

Di luar agenda kenegaraan, Presiden Steinmeier mengunjungi Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahim, dan Gereja Katedral Jakarta. Bagi Steinmeier, kunjungan tersebut memiliki makna khusus.

Ia menyebut Indonesia sebagai contoh negara yang berhasil memelihara toleransi antarumat beragama. "Saya tahu dari kunjungan saya yang dulu bahwa toleransi agama sangat didukung dan dipelihara di negara ini," katanya.

Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama ibu negara didampingi Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta berjalan menuju terowongan silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: RRI/Jorike Fitri)

Kunjungan itu sekaligus menjadi simbol bahwa hubungan Indonesia dan Jerman tidak hanya dibangun atas dasar kepentingan ekonomi dan politik saja. Tetapi juga nilai-nilai bersama seperti toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Menuju 75 Tahun Kemitraan Indonesia–Jerman

Kunjungan Presiden Steinmeier menandai langkah awal menuju peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman pada 2027. Di tengah dunia yang semakin kompleks, kedua negara menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, energi, pendidikan, riset, ketenagakerjaan, hingga diplomasi perdamaian.

Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, Indonesia memandang Jerman sebagai mitra penting di Eropa yang dapat membantu menghadapi tantangan masa depan bersama. "Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier saling berjabat tangan usai penyampaian pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin,15 Juni 2026 (Foto: RRI/Afriani Respati)
google-preference
Kata Kunci / Tags
75 tahun hubungan diplomatik Airlangga Hartarto asean Bahlil Lahadalia Demokrasi dialog antaragama Diplomasi Diplomasi Ekonomi diplomasi perdamaian Ekonomi Global ekonomi Indonesia Jerman electric vehicle Energi Hijau Energi Terbarukan Eropa EV Frank-Walter Steinmeier Geopolitik Global Gereja Katedral Jakarta Global Skills Partnership Hilirisasi Industri hubungan bilateral hubungan diplomatik Indonesia Jerman hubungan Indonesia Eropa hubungan Indonesia Jerman hubungan luar negeri Indonesia IEU-CEPA Indo-Pasifik Indonesia Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement industri masa depan Inovasi investasi asing investasi Jerman Istana Merdeka Jakarta JEIC Jerman Joint Economic and Investment Committee Kabinet Merah Putih Keberagaman kebudayaan kemitraan masa depan kemitraan strategis kendaraan listrik keperawatan kerja sama budaya kerja sama ekonomi kerja sama energi dan iklim Kerja Sama Internasional kerja sama investasi kerja sama multilateral kerja sama strategis Indonesia Jerman Kerja Sama Teknologi Kerukunan Beragama ketidakpastian global Kunjungan Kenegaraan lawatan Steinmeier Masjid Istiqlal Mineral Kritis Partnering in Business with Germany Pembangunan berkelanjutan pembangunan nasional Pendidikan penguatan kemitraan Perdagangan Bilateral Perdamaian Dunia Pertemuan Bilateral Perubahan Iklim perundingan konflik Piagam PBB politik luar negeri Indonesia Prabowo Subianto Presiden Jerman Presiden Prabowo Presiden Steinmeier rantai pasok global Republik Federal Jerman Riset Rosan Roeslani SDM Semikonduktor Soegiono stabilitas global stabilitas internasional sumber daya manusia tanah jarang tatanan dunia berbasis aturan Teknologi tenaga kerja terampil tenaga profesional Indonesia Terowongan Silaturahmi Toleransi Transisi Energi UMKM Uni Eropa Usaha Mikro Kecil dan Menengah volume perdagangan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....