Ekraf Jadi Andalan Pemulihan Pascabencana, Kemenekraf Siapkan Rp88,44 Miliar
- 16 Jun 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengusulkan anggaran Rp88,44 miliar untuk pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
- Program difokuskan pada pelatihan dan penguatan kapasitas pelaku ekraf untuk jangka panjang.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemulihan ekonomi pascabencana menjadi salah satu prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif dalam rencana program tahun 2027. Upaya ini diwujudkan melalui alokasi anggaran khusus untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak.
Untuk itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengusulkan anggaran sebesar Rp88,44 miliar. Tujuannya yakni mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana. Pihaknya menilai, sektor ini memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat secara cepat dan berkelanjutan.
“Kami sudah mendapatkan surat dari Kemensesneg yang mengalokasikan dana rehab-rekon untuk Kemenekraf. Pagu Rp77,5 miliar tahun 2026, Rp88,4 miliar tahun 2027, dan Rp132,7 miliar tahun 2028,” ujarnya, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.
Selain itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek. Tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Hal ini diharapkan menciptakan peluang usaha baru. Sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Rencana ini mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati.
"Saya juga apresiasi, melihat program untuk pascabencana alam ini sangat spesifik, detail. Disampaikan soal pelatihan kriya batik lokal, sulam, anyam, workshop, desain kemasan, pelatihan memasak, pelatihan menjahit,” kata Saraswati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....