KemenEKRAF Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,73 Triliun untuk 2027
- 15 Jun 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengusulkan tambahan anggaran Rp1,73 triliun untuk 2027.
- Anggaran difokuskan pada penguatan ekonomi kreatif melalui desa kreatif, creative hub, dan program “Creative by Indonesia” untuk dorong pasar global.
- Sebagian dana juga dialokasikan untuk pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,73 triliun untuk tahun 2027. Usulan ini muncul karena masih adanya kesenjangan antara pagu indikatif dengan kebutuhan riil program yang harus dijalankan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 15 Juni 2026. Tambahan anggaran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontribusi sektor ekraf dalam mencapai target pembangunan nasional dalam RPJMN.
“Pagu indikatif tahun 2027 masih memerlukan penguatan anggaran agar pelaksanaan program dan kegiatan Kemenekraf dapat dilakukan secara optimal. Khususnya melalui penguatan ekonomi kerayatan dan desa, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hilirisasi dan industrialisasi,” ujar Teuku Riefky.
Dari total usulan tersebut, sekitar Rp983,85 miliar dialokasikan untuk program pengembangan ekonomi kreatif. Program ini akan diarahkan untuk mendukung mandat kelembagaan sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Program itu yakni aktivasi desa dan kelurahan kreatif dengan anggaran Rp333,9 miliar, pengembangan creative hub sebesar Rp327,6 miliar. Kemudian, program “Creative by Indonesia” senilai Rp220,5 miliar untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif menembus pasar nasional dan global.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp33,6 miliar untuk bantuan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Serta Rp68,25 miliar untuk penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif di tingkat daerah hingga internasional.
Tak hanya itu, sebagian anggaran juga diarahkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar sebesar Rp88,44 miliar. Program ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....