PU Alihkan Anggaran Asrama Baru IPTC untuk Gedung Edukasi dan GOR Tahap II
- 16 Jun 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menunda pembangunan asrama baru IPTC dan mengalihkan anggarannya untuk Gedung Edukasi serta GOR tahap kedua
- Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang dan training center baru disiapkan untuk cabang olahraga beregu
- Pemerintah juga memprioritaskan pembangunan skybridge dan genset hybrid guna mendukung aktivitas atlet paralimpiade
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunda pembangunan asrama baru di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) Karanganyar, Jawa Tengah. Anggaran yang semula disiapkan untuk asrama, kini dialihkan ke pembangunan Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) tahap kedua.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah meninjau kebutuhan fasilitas di kawasan pelatnas atlet paralimpiade. Menurutnya, kapasitas asrama yang tersedia saat ini masih mencukupi kebutuhan para atlet.
"Asrama yang sekarang pun masih agak lowong. Daripada kita bangun sesuatu yang mubazir, kebetulan pada saat yang sama NPC meminta kita untuk membuat Gedung Edukasi," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.
Dody menjelaskan Gedung Edukasi menjadi salah satu kebutuhan prioritas yang diajukan National Paralympic Committee (NPC). Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 400 orang untuk mendukung kegiatan pembinaan atlet.
Selain Gedung Edukasi, Kementerian PU juga akan membangun GOR tahap kedua di kawasan IPTC. "Training Center baru ini akan dikhususkan untuk cabang olahraga beregu, seperti sepak takraw dan futsal," ucap Menteri PU tersebut.
Menurut Dody, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan skybridge untuk menghubungkan antargedung di kawasan pelatnas. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah mobilitas atlet dan staf selama menjalani kegiatan latihan.
"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving ke tempat lainnya," ujarnya.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan pengadaan genset hybrid guna mendukung keandalan pasokan listrik kawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan operasional saat terjadi pemadaman listrik.
Dody menargetkan pembangunan fasilitas prioritas tersebut dapat dimulai pada tahun ini. Pelaksanaannya akan dilakukan melalui perpanjangan kontrak (adendum) dengan penyedia jasa yang mengerjakan proyek sebelumnya.
"Bismillah tahun ini, kita kan tinggal perpanjang kontrak kerja yang lama. Secara anggaran, dari penetapan yang sekarang masih cukup, dan target menyelesaikannya butuh waktu sekitar satu tahun," ucap Dody.
Sebagai informasi, IPTC ini dibangun dengan anggaran Rp421,9 miliar di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Adapun total luas bangunan yang tersedia mencapai 34.346 meter persegi.
Fasilitas tersebut terdiri atas Gedung GOR 1 seluas 17.482 meter persegi. Selain itu, terdapat gedung asrama dengan luas bangunan mencapai 16.864 meter persegi.
Gedung asrama terdiri atas dua tower rumah susun empat lantai dengan 188 kamar yang mampu menampung 392 atlet. Pusat pelatihan paralimpiade ini juga dilengkapi berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional.
Fasilitas tersebut meliputi kolam renang utama, kolam pemanasan, dan kolam pemulihan atlet. Tersedia pula arena boccia, menembak, tenis meja, dan wheelchair tenis meja.
Selain itu, IPTC juga memiliki arena bulu tangkis, angkat besi, dan blind judo. Kawasan tersebut juga dilengkapi ruang multifungsi untuk mendukung kegiatan pembinaan atlet.
Fasilitas olahraga luar ruang mencakup lapangan sepak bola dan lintasan atletik 400 meter. Tersedia pula lintasan lompat jauh, lompat tinggi, dan tolak peluru.
Dengan fasilitas yang lengkap tersebut, pemerintah berharap kebutuhan pembinaan atlet paralimpiade dapat terpenuhi secara lebih optimal. Langkah ini juga diharapkan mendukung peningkatan prestasi atlet difabel Indonesia di tingkat internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....