Kementerian PU Bangun Paralympic Training Center Berstandar Internasional

  • 10 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU membangun Paralympic Training Center di Karanganyar sebagai pusat pelatihan atlet difabel berstandar internasional
  • Menteri PU Dody Hanggodo meyakini fasilitas tersebut dapat mendukung lahirnya atlet paralimpiade Indonesia berprestasi dunia
  • Pusat pelatihan senilai Rp421,9 miliar ini dilengkapi asrama dan berbagai fasilitas olahraga internasional untuk menunjang pembinaan atlet

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan Paralympic Training Center sebagai pusat pelatihan atlet difabel berstandar internasional. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk mencetak atlet paralimpiade berprestasi dunia.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Indonesia memiliki potensi besar melahirkan atlet paralimpiade berbakat. Menurutnya, fasilitas yang modern dan memadai akan mendukung proses latihan yang lebih optimal dan terarah.

“Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.

Pusat pelatihan tersebut dibangun dengan anggaran Rp421,9 miliar di atas lahan lebih dari 80 ribu meter persegi. Total luas bangunannya mencapai 34.346 meter persegi yang terdiri atas gedung olahraga seluas 17.482 meter persegi dan asrama.

Gedung asrama terdiri dari dua tower rumah susun setinggi empat lantai. Fasilitas tersebut memiliki 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

Paralympic Training Center juga dilengkapi berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional. Fasilitas tersebut meliputi kolam renang utama, kolam pemanasan, kolam recovery, arena boccia, dan arena menembak.

Selain itu, tersedia juga arena tenis meja, wheelchair tenis meja, bulu tangkis, angkat besi, dan blind judo. Kawasan tersebut juga memiliki lapangan sepak bola serta lintasan atletik 400 meter, lintasan lompat jauh, lompat tinggi, dan tolak peluru.

Menurut Dody, keberadaan pusat pelatihan ini dapat menjawab kebutuhan pembinaan atlet difabel yang lebih profesional. Selama ini, keterbatasan sarana menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan prestasi atlet paralimpiade.

Pemerintah juga merencanakan pengembangan tahap kedua pada kawasan tersebut. Rencana tersebut mencakup penambahan gedung olahraga dan asrama untuk memperluas kapasitas pembinaan atlet.

Dody menilai pembangunan Paralympic Training Center menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui prestasi olahraga serta kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....