Kemenekraf dan SMSI Jajaki Kolaborasi Penguatan Talenta Digital

  • 14 Jun 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis media digital, penguatan talenta kreatif
  • Serta perluasan ekosistem konten kreator di Indonesia
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis media digital, penguatan talenta kreatif. Serta perluasan ekosistem konten kreator di Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru. Khususnya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

"Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi dalam menyerap tenaga kerja generasi muda sekaligus menopang pertumbuhan kelas menengah. Karena itu, diperlukan dukungan regulasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas agar talenta kreatif Indonesia dapat berkembang dan semakin kompetitif," kata Teuku Riefky, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, Kemenekraf terus memperkuat fondasi berbagai subsektor ekonomi kreatif melalui pengembangan data, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan kekayaan intelektual. Hingga penguatan ekosistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Ia menilai kolaborasi dengan SMSI dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelatihan digital bagi pegiat media di daerah. Sekaligus mendorong lahirnya konten-konten kreatif yang mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional maupun global.

"Negara yang memiliki ekonomi kreatif kuat umumnya didukung oleh budaya yang kuat. Indonesia memiliki modal tersebut dan perlu mengubah kreativitas menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Taufiqurochman mengusulkan adanya program pelatihan bagi anggota media siber. Ini agar mampu mengembangkan usaha berbasis konten digital dan platform monetisasi.

"Kami berharap ada pendampingan dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Sehingga pelaku media siber dapat berkembang menjadi konten kreator yang profesional dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional," ucapnya.

Direktur Media Krisis Center sekaligus perwakilan SMSI, Nishal Dillon, menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem media digital yang berkualitas. Tentu dengan melibatkan generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi dan platform digital.

Melalui sinergi tersebut, Kemenekraf dan SMSI berharap dapat memperluas peluang ekonomi kreatif berbasis media digital. Sekaligus meningkatkan kapasitas talenta kreatif Indonesia di era transformasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....