Mengenal Karl Landsteiner, Sosok Dibalik Penemuan Sistem Golongan Darah

  • 14 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Karl Landsteiner adalah ilmuwan Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO pada awal abad ke-20.
  • Penemuan golongan darah menjadi dasar transfusi darah modern yang aman dan menyelamatkan jutaan nyawa.
  • Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap 14 Juni untuk menghormati hari kelahiran Karl Landsteiner.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap 14 Juni, dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia sebagai kampanye kemanusiaan global. Tanggal tersebut dipilih untuk menghormati kelahiran Karl Landsteiner, ilmuwan yang berjasa besar dalam penemuan sistem golongan darah manusia.

Berkat temuannya, praktik transfusi darah modern menjadi jauh lebih aman. Penemuan tersebut telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di berbagai belahan dunia selama lebih dari satu abad.

Karl Landsteiner lahir di Wina, Austria, pada 14 Juni 1868. Ia merupakan putra Leopold Landsteiner, seorang jurnalis dan penerbit surat kabar ternama di Austria.

Saat berusia enam tahun, Landsteiner kehilangan ayahnya. Sejak saat itu, ia dibesarkan oleh ibunya, Fanny Hess, yang memiliki peran besar dalam kehidupannya.

Ketertarikannya pada ilmu pengetahuan muncul sejak usia muda. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi kedokteran di University of Vienna.

Selama menempuh pendidikan, Landsteiner mulai menaruh perhatian pada bidang biokimia. Ia melakukan berbagai penelitian awal mengenai kandungan mineral dalam darah dan proses metabolisme tubuh.

Setelah meraih gelar dokter pada 1891, Landsteiner memperdalam ilmu kimia di sejumlah laboratorium ternama Eropa. Ia belajar di Zurich, Wurzburg, dan Munich bersama sejumlah ilmuwan terkemuka pada masanya.

Sekembalinya ke Wina, ia bekerja di Rumah Sakit Umum Wina. Di tempat tersebut, ia mulai mendalami bidang imunologi, serologi, dan sifat antibodi dalam tubuh manusia.

Kontribusi ilmiahnya tidak hanya terbatas pada penelitian darah. Landsteiner juga melakukan berbagai riset penting mengenai sifilis, alergi, dan penyakit polio.

Ia ikut menyempurnakan pemahaman mengenai reaksi Wassermann yang digunakan untuk mendeteksi sifilis. Selain itu, ia memperkenalkan istilah hapten yang hingga kini masih digunakan dalam ilmu imunologi modern.

Dalam penelitian polio, Landsteiner berhasil membuktikan bahwa penyakit tersebut bersifat menular. Temuan itu menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan ilmu virologi modern.

Namun, penemuan terbesar Landsteiner terjadi pada awal abad ke-20. Antara 1901 hingga 1903, ia menemukan bahwa darah manusia tidak semuanya sama dan memiliki karakteristik berbeda.

Melalui serangkaian eksperimen, ia mengidentifikasi golongan darah A, B, dan O. Penelitian lanjutan kemudian melengkapi klasifikasi tersebut dengan golongan darah AB.

Temuan ini menjelaskan mengapa banyak transfusi darah sebelumnya berakhir dengan komplikasi serius. Darah yang tidak cocok dapat menggumpal dan menyebabkan reaksi berbahaya bagi pasien.

Pada 1909, Landsteiner berhasil membuktikan bahwa transfusi darah aman dilakukan pada golongan darah yang sesuai. Penemuan tersebut kemudian menjadi dasar utama sistem transfusi darah modern.

Kontribusinya dalam bidang kedokteran mendapat pengakuan dunia internasional. Pada 1930, ia dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas penemuan sistem golongan darah manusia.

Setelah meninggalkan Austria pasca Perang Dunia I, Landsteiner sempat bekerja di Belanda. Ia kemudian melanjutkan karier penelitian di Rockefeller Institute for Medical Research, Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, ia kembali menghasilkan temuan penting mengenai faktor Rhesus atau Rh. Sistem tersebut kini menjadi bagian penting dalam pemeriksaan dan transfusi darah di seluruh dunia.

Karl Landsteiner meninggal dunia pada 26 Juni 1943 setelah mengalami serangan jantung saat masih aktif melakukan penelitian. Meski telah wafat, warisannya tetap hidup melalui sistem transfusi darah yang digunakan hingga saat ini.

Namanya kini dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah kedokteran modern. Penemuan golongan darah yang dilakukannya menjadi fondasi penting bagi pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di seluruh dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....