Dukung Program Presiden, KLH Dorong Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

  • 13 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamen LH Diaz Hendropriyono menegaskan KLH mendukung program prioritas Presiden melalui inovasi lingkungan yang berkelanjutan dan penerapan safeguard lingkungan.
  • KLH mendorong pengelolaan limbah dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung konsep circularity dan ketahanan pangan.
  • INVIROTECH 2026 mencatat 26.661 pengunjung, 618 peserta coaching clinic, serta berhasil mengelola sampah sebanyak 5,147 ton selama penyelenggaraan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) siap mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden. Dukungan tersebut dilakukan melalui penerapan berbagai inovasi dan pengamanan lingkungan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.

Diaz mengatakan, berbagai teknologi lingkungan dapat diterapkan selama memenuhi baku mutu dan standar yang berlaku. Menurutnya, inovasi diperlukan untuk mendukung pembangunan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Jadi artinya teknologi apapun asalkan bukan justru malah merusak lingkungan. Ini kan tujuannya untuk mencari teknologi-teknologi yang sustainable yang bisa mendukung pembangunan," kata Diaz saat ditemui usai acara Clossing Ceremony INVIROTECH 2026 dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Diaz, pembangunan membutuhkan energi dan aktivitas industri yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Karena itu, pemerintah perlu mendorong berbagai inovasi agar pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas Presiden yang perlu didukung bersama. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Maka dari itu program MBG itu perlu dijalankan, jangan sampai ada yang menghentikan. Ini program yang sangat bagus, jangan dihentikan dan justru harus diteruskan," ujarnya.

Diaz mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaan program pemerintah yang perlu diperbaiki. Namun, menurutnya, KLH siap mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden dengan menerapkan berbagai safeguard lingkungan.

Ia mencontohkan pengelolaan lingkungan pada SPPG Gorontalo yang berada di Labuan Bajo. Menurutnya, pengelolaan sampah organik dan minyak jelantah dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan limbah yang tidak diperlukan.

Diaz juga menyoroti pengelolaan limbah di SPPG Halim yang mendapat dukungan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari KLH. Air limbah yang telah memenuhi baku mutu dimanfaatkan untuk mengairi sawah di sekitar lokasi.

Menurutnya, pemanfaatan air hasil pengolahan tersebut mendukung peningkatan ketahanan pangan. Sawah yang memanfaatkan air tersebut bahkan telah mengalami panen sebanyak tiga kali.

"Dengan program MBG ini, dengan SPPG yang ada, jika kita kelola dengan baik, IPAL yang kita kelola dengan baik ini bisa meningkatkan ketahanan pangan. Sehingga circularity itu berjalan," ucap Diaz.

Diaz menegaskan inovasi lingkungan berperan penting dalam mendukung konsep circularity. Dengan demikian, program prioritas Presiden dapat berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, melaporkan pelaksanaan INVIROTECH 2026 yang berlangsung pada 11-13 Juni 2026. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Rasio mengatakan, jumlah pengunjung INVIROTECH 2026 mencapai 26.661 orang. Angka tersebut menjadi jumlah pengunjung terbanyak dibanding penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, sebanyak 618 orang memanfaatkan layanan coaching clinic KLH dan BPLH selama kegiatan berlangsung. Panitia juga mencatat jumlah sampah yang berhasil dikelola mencapai 5 ton 147 kilogram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....