Pemerintah Kawal Pemulihan Harga Ayam Peternak Rakyat
- 13 Jun 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah kawal kesepakatan PINSAR Indonesia untuk memulihkan harga ayam broiler di tingkat peternak
- Harga live bird ditargetkan naik bertahap hingga Rp19.500 per kilogram pada 15 Juni 2026
- Bapanas mendukung langkah pelaku usaha mengatasi tekanan harga akibat kelebihan pasokan
- Pemerintah memperkuat penyerapan ayam dan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Distribusi pangan antarwilayah juga disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah akan mengawal upaya pemulihan harga ayam broiler di tingkat peternak. Langkah ini dilakukan di tengah kelebihan pasokan ayam hidup.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono mengatakan, pemerintah mendukung penuh komitmen yang telah disepakati Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia). Dalam hal ini pelaku usaha perunggasan pada rapat koordinasi di Semarang, Jawa Tengah.
"Sesuai arahan Kepala Bapanas, komitmen ini untuk mewajarkan harga peternak ayam. Pemerintah akan mengawal komitmen PINSAR Indonesia," kata Maino dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.
| Baca juga: Kementan Stabilkan Harga Ayam Hidup |
Menurutnya, pasar masih menghadapi kondisi kelebihan pasokan ayam. Situasi tersebut menekan harga di tingkat peternak.
Melalui kesepakatan bersama, harga live bird mulai dinaikkan bertahap. Kenaikan dilakukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Pada 12 Juni, harga live bird mencapai Rp17.000 per kilogram di Jawa Tengah. Sementara Jawa Barat dan Jawa Timur mencapai Rp17.500 per kilogram.
PINSAR Indonesia menargetkan harga live bird Rp19.500 per kilogram. Target itu diharapkan tercapai pada 15 Juni 2026.
Sementara itu, pemerintah meningkatkan penyerapan ayam dan telur melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
"Kita sudah sepakati agar MBG konsumsi ayam dan telur ditingkatkan. Bila perlu bisa tiga sampai lima kali per minggu," ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait penyerapan produk peternak. Kebijakan ini diharapkan membantu memperbaiki harga di pasar.
Selain itu, pemerintah menyiapkan distribusi stok ke berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan usaha peternak rakyat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....