Kementan Stabilkan Harga Ayam Hidup

  • 30 Mei 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menjaga stabilitas harga ayam hidup di tingkat peternak.
  • Stabilitas harga dilakukan untuk melindungi peternak rakyat dan menjaga produksi pangan nasional
  • Pemerintah melibatkan asosiasi dan pelaku usaha perunggasan nasional
  • Seluruh pelaku usaha menyepakati harga ayam hidup minimal Rp19.500 per kilogram
  • Harga berlaku untuk ayam dengan bobot hidup 1,8 kilogram ke atas

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menjaga stabilitas harga ayam hidup di tingkat peternak. Langkah itu dilakukan untuk melindungi peternak rakyat dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan, stabilisasi dilakukan atas arahan Menteri Pertanian. Pemerintah juga melibatkan asosiasi dan pelaku usaha perunggasan nasional.

“Bapak Menteri Pertanian memerintahkan kami menjaga stabilisasi produksi dan harga ayam. Hal ini dalam rangka menjaga stabilisasi industri perunggasan nasional,,” kata Agung, usai rapat Koordinasi Stabilisasi Perunggasan Nasional di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.

“Khususnya untuk komoditas ayam pedaging dan telur di tingkat peternak. Sehingga keberlanjutan usaha peternak tetap terjaga,” ucapnya.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, seluruh pelaku usaha menyepakati harga ayam hidup minimal Rp19.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk ayam dengan bobot hidup 1,8 kilogram ke atas.

Menurut Agung, angka tersebut disepakati setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Termasuk kenaikan harga pakan dan biaya logistik peternak.

“Dengan minimal Rp19.500, ini merupakan harga yang bisa diterima seluruh pelaku. Harga ini juga menjaga keberlanjutan produksi ayam ras nasional,” ujarnya.

Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, Asrokh Nawawi mengatakan, penurunan harga sebelumnya dipicu kepanikan pasar menjelang hari besar keagamaan. Kondisi itu membuat banyak peternak melakukan panen lebih awal secara bersamaan.

“Harga Rp19.500 adalah angka yang realistis dan akan bergerak menuju harga acuan. Ini langkah awal yang perlu diperjuangkan bersama,” ucapnya.

“Kami optimistis kondisi peternak akan lebih baik. Harga hari ini juga lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia, Muhlis Wahyudi memastikan asosiasi siap mengawal implementasi harga di lapangan. Pengawalan dilakukan kepada seluruh anggota di wilayah Jawa.

“Kami akan menginstruksikan seluruh anggota segera mengawal kesepahaman ini. Besok harga harus mulai berjalan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....