Percepat Transformasi Industri, Kemenperin Jajaki Kerja Sama dengan Xiamen

  • 12 Jun 2026 21:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenperin menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Xiamen, Tiongkok, untuk mempercepat transformasi industri nasional melalui investasi dan transfer teknologi.
  • Pertemuan bilateral dalam BRICS PartNIR 2026 membahas peluang kerja sama di sektor otomotif, pusat data, kesehatan, pariwisata digital, perikanan, dan konstruksi prefabrikasi.
  • Indonesia mempromosikan 175 kawasan industri kepada investor Xiamen dan mendorong kolaborasi yang mendukung agenda Making Indonesia 4.0.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mempercepat transformasi industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Xiamen, Tiongkok, dalam BRICS PartNIR 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan BRICS PartNIR menjadi platform penting memperkuat transformasi industri. Forum tersebut juga dinilai strategis untuk mendorong adopsi teknologi mutakhir bagi industri nasional.

“Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi internasional yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi pengembangan industri nasional. Kkhususnya dalam menyongsong era revolusi industri keempat,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Langkah tersebut ditindaklanjuti melalui pertemuan bilateral delegasi Indonesia dengan Pemerintah Kota Xiamen. Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Tri Supondy di Xiamen, pekan lalu.

Pertemuan tersebut membahas optimalisasi potensi Xiamen sebagai Zona Ekonomi Khusus terkemuka Tiongkok. Kedua pihak juga mendiskusikan peluang investasi pada berbagai sektor industri strategis.

Tri mengatakan Xiamen memiliki ekosistem industri maju yang sejalan dengan pengembangan industri nasional. Karena itu, kemitraan kedua pihak diharapkan mampu memperkuat investasi dan transfer teknologi.

“Kami melihat Xiamen memiliki ekosistem industri yang sangat maju dan relevan dengan arah pengembangan industri Indonesia. Kami berharap dapat mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, serta kolaborasi,” ujar Tri.

Menurut Tri, Indonesia membuka peluang kerja sama yang luas bagi pelaku usaha Xiamen. Pemerintah Kota Xiamen juga telah mengajukan proposal kerja sama pada sejumlah sektor unggulan.

Sektor tersebut meliputi industri otomotif, pusat data, layanan kesehatan, dan pariwisata digital. Proposal kerja sama juga mencakup sektor perikanan serta konstruksi prefabrikasi modern.

Sebagai salah satu Zona Ekonomi Khusus pertama di Tiongkok, Xiamen memiliki keunggulan industri. Keunggulan tersebut mencakup semikonduktor, komponen elektronik, dan peralatan listrik pintar.

Xiamen juga dikenal memiliki sektor logistik pelabuhan dan pemeliharaan aviasi yang kuat. Potensi tersebut dinilai sejalan dengan agenda Making Indonesia 4.0 dan industri modern.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut mempromosikan potensi investasi kawasan industri nasional. Saat ini Indonesia memiliki 175 kawasan industri dengan luas lebih dari 98 ribu hektare.

Kawasan industri tersebut siap menampung investor dari Xiamen dengan berbagai insentif pendukung. Pemerintah juga menyediakan insentif fiskal dan nonfiskal untuk menjaga iklim usaha kondusif.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok terus menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun. Tiongkok saat ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan USD154,5 miliar.

Selain menjadi mitra dagang utama, Tiongkok juga termasuk investor terbesar di Indonesia. Investasi tersebut banyak mengalir pada sektor hilirisasi, manufaktur, dan infrastruktur industri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....