Perempuan Dinilai Berperan Besar Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

  • 13 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perempuan dinilai menjadi garda terdepan dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan pengelolaan sampah
  • DWP KLH/BPLH menilai perubahan perilaku lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan memilah sampah
  • Partisipasi perempuan dinilai berperan besar dalam keberhasilan program bank sampah dan edukasi lingkungan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perempuan dinilai menjadi garda terdepan dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Peran tersebut dinilai penting karena perempuan memiliki pengaruh besar dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.

Hal ini menjadi perhatian dalam talkshow ‘Green Beauty Lifestyle’ yang digelar DWP KLH/BPLH di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) KLH/BPLH Alia Febyani Prabandari Jumhur Hidayat mengatakan perempuan memiliki pengaruh besar dalam keluarga. Menurutnya, posisi tersebut menjadikan perempuan sebagai agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan.

“Sekitar 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan lebih dari separuhnya merupakan pekerja. Ini menunjukkan perempuan memiliki kapasitas dan akses edukasi yang cukup baik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat,” kata Penasehat DWP Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan perubahan perilaku lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah. Salah satunya melalui kebiasaan memilah sampah secara konsisten sejak tingkat keluarga.

Selain itu, Alia juga menyoroti peran organisasi perempuan dalam mendukung edukasi lingkungan kepada masyarakat. Menurutnya, DWP, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), dan berbagai komunitas perempuan memiliki potensi besar memperluas kampanye lingkungan pada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program bank sampah selama ini tidak terlepas dari tingginya partisipasi perempuan yang mencapai lebih dari 50 persen. Karena itu, program tersebut perlu terus diperluas hingga menjangkau lingkungan permukiman, sekolah, kampus, maupun berbagai komunitas masyarakat.

“Program bank sampah merupakan program yang sangat baik dan perlu diperluas. Namun, yang tidak kalah penting adalah edukasi dan kampanye yang dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terus tumbuh,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Widya Cipta Buana Iwan Setiawan menilai ibu memiliki peran penting membentuk kebiasaan anak. Pendidikan lingkungan, menurutnya, dapat ditanamkan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari.

“Semua keberhasilan di rumah tidak lepas dari peran ibu. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ucap Iwan.

Ia juga menilai pembentukan perilaku positif sejak dini merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selaras dengan itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH/BPLH Haruki Agustina mengatakan perempuan merupakan garda terdepan pelestarian lingkungan. Menurutnya peran tersebut dijalankan melalui edukasi keluarga dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan sejak rumah tangga.

“Perempuan sebenarnya merupakan gugus pertama dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dari rumah, perempuan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan,” kata Haruki.

Melalui kegiatan tersebut, DWP KLH/BPLH berharap perempuan semakin aktif menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan aksi iklim di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....