Seskab Teddy Sebut Pertamax Indonesia lebih Murah dibandingkan Negara ASEAN
- 13 Jun 2026 07:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah menyampaikan alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi karena mengikuti harga pasar internasional
- 2. Harga BBM nonsubsidi Indonesia lebih murah dibandingkan negara ASEAN
- 3. Pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikan harga BBM subsidi
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia lebih murah ketimbang di negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Harga Pertamax (RON 92) Rp16.250/liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) Rp17.000/liter.
"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON92/95 di negara lain," kata Seskab Teddy dalam keterangannya seperti diunggah di Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat, 12 Juni 2026. Ia mencontohkan harga BBM di ASEAN seperti Filipina Rp22.158/liter, Laos Rp31.945/liter.
Selain itu, Thailand Rp28.910/liter, Myanmar Rp25.085/liter dan Singapura Rp42.971/liter. Teddy menjelaskan alasan BBM nonsubsidi Pertamax mengalami kenaikan karena mengikuti harga minyak dunia.
Teddy mengungkapkan harga minyak dunia naik drastis sejak Maret 2026 namun pemerintah berupaya untuk tidak menaikan harga BBM. Kenaikan harga minyak mentah dunia dipicu oleh perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya Israel.
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi artinya harga Pertamax mengikuti harga minyak dunia. Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," katanya.
Pemeritah berupaya untuk menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikan harga bbm subsidi. Harga BBM subsidi Pertalite Rp10.000/liter dan solar Rp6.800/liter, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi karena mengikuti harga minyak yang berlaku di pasar internasional. Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
"Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global. Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," kata Simon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....