Kemenperin Perkuat Kerja Sama Industri Indonesia-Rusia
- 12 Jun 2026 00:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin memperkuat kerja sama industri Indonesia-Rusia melalui BRICS PartNIR Forum 2026.
- Kerja sama difokuskan pada industri, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi masa depan.
- Forum BRICS PartNIR dinilai penting untuk mendukung transformasi industri nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bilateral Indonesia dan Rusia pada rangkaian BRICS PartNIR Forum 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis memperluas kolaborasi industri, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi masa depan. Kerja sama itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan industri nasional di tengah dinamika global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan forum BRICS PartNIR memiliki arti penting bagi Indonesia. Menurutnya, keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang penguatan kerja sama industri dengan negara-negara mitra.
"Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami menghargai dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan tertarik membahas arah kerja sama industri," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Agus menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan industri. Forum BRICS PartNIR menjadi ruang dialog memperkuat kerja sama industri baru, inovasi teknologi, dan hilirisasi.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia diwakili Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy. Ia didampingi Plt Direktur Akses Industri Internasional Kemenperin dan bertemu dengan Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Andrei Gorobets.
Tri mengatakan penguatan komunikasi dan kemitraan internasional menjadi langkah penting untuk membuka akses pasar. Langkah tersebut juga bertujuan memperluas jejaring industri nasional dan menciptakan kolaborasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
"Sinergi Indonesia dan Rusia diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara," ujarnya.
Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas Triwulan I 2026 mencapai sekitar USD1 miliar, meningkat 1,13 persen tahunan.
Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 tercatat mencapai USD3,3 miliar. Angka tersebut meningkat 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk unggulan Indonesia ke Rusia meliputi karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, elektronik, dan kimia. Capaian tersebut menunjukkan peluang kerja sama ekonomi kedua negara yang terus berkembang.
Indonesia menyambut baik perkembangan I-EAEU FTA yang ditandatangani pada Desember 2025 di Rusia. Perjanjian tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan arus perdagangan serta investasi.
Selain itu, Indonesia mengajak Rusia meningkatkan partisipasi pelaku usaha dan investor pada INNOPROM 2026. Kehadiran pelaku industri diharapkan dapat memperkuat jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi baru.
Indonesia menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Rusia. Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia.
Tri optimistis penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia melalui BRICS PartNIR Forum 2026 semakin mempererat kolaborasi kedua negara. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan industri yang modern, berdaya saing, dan berorientasi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....