Mendiktisaintek: Fakultas Kedokteran Unima Dorong Pemerataan Tenaga Medis
- 11 Jun 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (Unima), Kamis, 11 Juni 2026.
- Langkah ini memperluas akses pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara.
RRI.CO.ID, Minahasa - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (Unima), Kamis, 11 Juni 2026. Langkah ini memperluas akses pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara.
Peresmian tersebut menjadi bagian penguatan layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia. Fakultas baru diharapkan membantu pemerataan distribusi tenaga dokter.
Brian mengatakan, pendidikan kedokteran berperan penting meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peresmian FK Unima juga sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini dimulainya investasi besar untuk masa depan Sulawesi Utara. Dokter-dokter kompeten diharapkan mengabdi bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Brian dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.
Kementerian mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan berbagai mitra pendidikan. Universitas Brawijaya berperan sebagai fakultas pembina FK Unima.
Sebanyak 50 mahasiswa baru diterima dari seluruh kabupaten dan kota. Seleksi dilakukan secara transparan dengan standar akademik yang ketat.
“Yang membuat saya berbahagia, mahasiswa dibagi rata dari seluruh daerah. Ini teladan kontribusi nyata pemerataan dokter Indonesia,” katanya.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memastikan dukungan pembiayaan pendidikan mahasiswa. Pemerintah daerah juga berharap lulusan kembali mengabdi di daerah asal.
“Kalian hanya belajar dengan sungguh-sungguh. Kami akan membantu mencarikan biaya pendidikan kalian,” kata Yulius.
Sementara itu, Rektor Unima Joseph Philip Kambey mengatakan, rekrutmen berbasis rekomendasi pemerintah daerah. Skema tersebut menggabungkan afirmasi daerah dan kendali mutu nasional.
Mahasiswa yang diterima tetap mengikuti ujian akademik dan psikotes ketat. Model ini diharapkan dapat diterapkan fakultas kedokteran lain di Indonesia.
Kemdiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi menghadirkan solusi bagi daerah. Penelitian dan kajian kampus diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....