Komisi VI Dorong Pemerintah Percepat Hilirisasi Industri Obat Bahan Baku Lokal

  • 11 Jun 2026 11:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mendorong, pemerintah mempercepat hilirisasi industri obat berbahan baku lokal. Langkah tersebut, demi memangkas ketergantungan impor bahan baku farmasi yang mencapai 80 persen.
  • Indonesia memiliki warisan kekayaan alam dan budaya pengobatan tradisional yang luar biasa, Kita memiliki berbagai jenis tanaman obat.
  • Ekosistem harus diperkuat, mulai dari teknologi, bahan kemasan, hingga mesin produksi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mendorong, pemerintah mempercepat hilirisasi industri obat berbahan baku lokal. Langkah tersebut, demi memangkas ketergantungan impor bahan baku farmasi yang mencapai 80 persen.

Saat ini, kata politikus PKB itu, harga-harga obat di pasaran mulai melonjak seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Ketergantungan bahan baku obat dari produk impor juga memicu kerapuhan ketahanan kesehatan nasional.

"Indonesia memiliki warisan kekayaan alam dan budaya pengobatan tradisional yang luar biasa, Kita memiliki berbagai jenis tanaman obat. Bahan alami yang berpotensi dikembangkan menjadi Obat Bahan Alam yang aman, berkhasiat, dan bermutu," kata Nasim dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam memperkuat kemandirian dunia kesehatan, Nasim menekankan, optimalisasi Obat Bahan Alam (OBA) dengan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat lokal bukan sekadar alternatif, melainkan strategi mutlak untuk menstabilkan harga obat di pasar domestik.

Ia mengatakan, ketergantungan masif pada pasokan global sangat merugikan masyarakat kecil yang membutuhkan akses pengobatan terjangkau. Oleh karenanya, pemerintah menetapkan target konkret pengurangan impor tahunan dan memperkuat ekosistem farmasi dalam negeri.

"Ekosistem harus diperkuat, mulai dari teknologi, bahan kemasan, hingga mesin produksi. Pemerintah harus memiliki target untuk menurunkan ketergantungan bahan baku impor," ucap Nasim.

Kemudian, ia menilai, potensi perubahan signifikan pada harga dan stok obat jika pemerintah berhasil melakukan hilirisasi bahan obat lokal. Menururnya petani tanaman obat hingga UMKM akan merasakan dampak nyata.

"Kalau bahan baku obat bisa diproduksi lebih banyak di dalam negeri, maka harga obat akan lebih stabil. Pasokan lebih terjamin dan manfaat ekonominya juga bisa dirasakan masyarakat," ujar Nasim.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pentingnya penguatan sektor kesehatan di Indonesia. Hal itu, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun perekonomian nasional yang kuat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin membangun ekonomi yang baik, yang kuat. Kita ingin mengelola sumber-sumber alam kita, kekayaan kita sehingga kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat yang lebih baik lagi,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Presiden Prabowo juga mengatakan, pentingnya ketersediaan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, terutama di daerah. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan program pembangunan dan renovasi rumah sakit di berbagai kabupaten di Indonesia.

“Sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah dalam tiga tahun yang akan datang dan kita akan membangun. Bilamana membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....