Hadapi Geopolitik yang Dinamis, Presiden Perkuat Politik Luar Negeri Non-Blok
- 10 Jun 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam kebijakan politik luar negeri bebas aktif
- Indonesia diungkapkan Presiden Prabowo Subianto, tidak akan mengikuti pakta militer dengan negara manapun
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif menghadapi dinamika geopolitik global yang kompleks. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI, di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Menurut Presiden, situasi geopolitik dunia saat ini semakin dinamis sehingga hubungan antarnegara sulit dipetakan secara pasti. Karena itu Kepala Negara menekankan, Indonesia tetap mempertahankan warisan politik luar negeri nonblok yang dirintis para pendiri bangsa dahulu.
"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau, kita tidak tahu kawan siapa lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung, Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik nonblok," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memilih menjalin hubungan persahabatan dengan seluruh negara tanpa memihak kekuatan tertentu dunia. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus mendukung terciptanya perdamaian internasional yang berkelanjutan.
Sehingga dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mempertegas arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sebab dalam hal ini diungkapkan Kepala Negara, tidak mengikat Indonesia dengan kekuatan militer negara manapun.
"Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan. Kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," ujar Kepala Negara.
Bahkan dengan sikap bebas aktif ini, Presiden menyebut bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di berbagai forum dunia. Hal ini menjadikan Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan global.
Indonesia tercatat sebagai anggota ASEAN, APEC, OKI, BRICS, serta G20 yang memiliki pengaruh besar. Dengan keanggotaan pada berbagai organisasi internasional tersebut, menjadi modal diplomatik penting bagi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
"Kita Indonesia ini, negara terbesar di ASEAN, kita anggota APEC, anggota Konferensi Islam, OKI, sekarang anggota BRICS, anggota G20. Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....