Legislator Soroti Kenaikan Pertamax Berpotensi Picu Inflasi

  • 10 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai kenaikan harga BBM berpotensi mendorong peningkatan inflasi
  • Menurut Misbakhun, dampak kenaikan Pertamax diperkirakan tidak sebesar BBM industri karena lebih banyak digunakan masyarakat umum
  • Pemerintah masih membahas dan menghitung skema stimulus serta insentif bagi masyarakat terdampak kenaikan harga BBM nonsubsidi

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi mendorong peningkatan inflasi. Namun, besaran dampak yang ditimbulkan masih perlu dihitung lebih lanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero), termasuk Pertamax dan Pertamax Green. Menurut Misbakhun, kenaikan harga BBM umumnya akan berpengaruh terhadap laju inflasi.

“Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya itu, nol koma sekiannya itu kita belum tahu,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Meski demikian, ia menilai dampak inflasi dari kenaikan Pertamax kemungkinan tidak sebesar kenaikan pada BBM industri. Sebab, Pertamax lebih banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

“Karena kan Pertamax ini lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bukan BBM industri, yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu kan adalah BBM industri,” ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat kemungkinan akan menyesuaikan pola konsumsi bahan bakar setelah kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, sebagian pengguna dapat beralih ke jenis BBM dengan harga yang lebih rendah.

Terkait langkah antisipasi pemerintah, Misbakhun mengatakan pembahasan mengenai stimulus dan insentif masih berlangsung. Menurutnya, pemerintah tengah menghitung bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak.

Sudah didiskusikan. Saat ini sedang dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor,” ucap Ketua Komisi XI tersebut.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green kini berada di level Rp17.000 per liter. Angka tersebut meningkat Rp4.100 dibanding harga sebelumnya yang sebesar Rp12.900 per liter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....