Ratusan Calon Siswa Sekolah Rakyat Aceh Dijangkau

  • 09 Jun 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos dan pemerintah daerah menjangkau sekitar 300 calon siswa Sekolah Rakyat di Aceh Besar dan Banda Aceh
  • Calon siswa berasal dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional
  • Mensos Saifullah Yusuf menegaskan proses seleksi harus bebas titipan, suap, dan praktik KKN
  • Pembelajaran Sekolah Rakyat saat ini telah berjalan di 166 titik secara nasional
  • Kapasitas penerimaan siswa tahun 2026 meningkat menjadi lebih dari 36 ribu siswa

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah menjangkau sekitar 300 calon siswa Sekolah Rakyat. Penjangkauan dilakukan di Aceh Besar dan Banda Aceh.

Data calon siswa akan didalami sebelum penetapan resmi dilakukan. Program tersebut diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan penjangkauan dilakukan bersama pemerintah daerah. Langkah itu untuk memastikan program tepat sasaran.

"Alhamdulillah bersama Pak Wagub dan Bupati Aceh Besar kita bisa melakukan Open House. Kita harapkan pembelajarannya berjalan lebih baik ke depan," kata Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sentra Darussa’adah Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 8 Juni 2026.

"Nanti akan coba didalami lebih lanjut. Setelah itu akan kita tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat," katanya.

Menurut Gus Ipul, calon siswa berasal dari keluarga desil satu dan dua. Data mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Ia menegaskan proses penjangkauan harus berjalan bersih dan transparan. Program tersebut diperuntukkan bagi keluarga paling tidak mampu.

"Kita harapkan dalam penjangkauan ini tidak ada titipan. Tidak ada suap-menyuap dan praktik KKN," ucapnya.

"Tetapi benar-benar berdasarkan kriteria. Serta sesuai kenyataan yang ada di lapangan," katanya.

Secara nasional, pembelajaran Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik. Program tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

"Saya bergembira karena pembelajaran Sekolah Rakyat berjalan baik. Meskipun pada awalnya terdapat berbagai tantangan," ucapnya.

"Semua tantangan itu dapat diatasi dengan baik. Perbaikan terus dilakukan di berbagai daerah," katanya.

Gus Ipul mengatakan kapasitas penerimaan siswa akan terus ditingkatkan. Jumlah penerimaan tahun ini ditargetkan mencapai lebih dari 36 ribu siswa.

"Tahun ini alokasi penerimaan siswa meningkat menjadi 36 ribu lebih. Sebelumnya hanya sekitar 15 ribu siswa," ucapnya.

"Tahun depan jumlah siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan lebih dari 100 ribu. Angka itu tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Ia menegaskan evaluasi tata kelola akan terus dilakukan pemerintah. Langkah itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Ini perlu terus kita evaluasi dan perbaiki. Agar hasilnya sesuai harapan Presiden," ucapnya.

"Lulusan Sekolah Rakyat harus pintar dan berkarakter. Mereka juga harus memiliki keterampilan yang baik," katanya.

Dalam dialog tersebut, orang tua siswa mengaku terbantu dengan program Sekolah Rakyat. Mereka berharap anak-anak dapat memperoleh pendidikan lebih baik.

Salah seorang orang tua siswa, Nuraini, mengaku bersyukur anaknya dapat bersekolah. Ia berharap pendidikan membuka masa depan yang lebih baik.

"Yang penting anak saya sekolah. Walaupun ayah dan mamaknya tidak sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Humaira mengaku senang belajar di Sekolah Rakyat. Ia merasa mendapat perhatian dari guru dan teman-temannya.

"Saya di sini senang karena banyak teman. Guru-guru juga sayang kepada saya," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....