KSP Dudung Terima Audiensi Jajaran Pimpinan BGN
- 10 Jun 2026 12:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menerima audiensi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)
- 3 pimpinan BGN menghadap KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, koordinasi percepatan pelaksanaan program MBG
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menerima audiensi dengan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Jajaran BGN tiba di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.
Pimpinan BGN yang mengikuti audiensi tersebut yakni Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Selain itu audiensi juga diikuti Wakil Kepala (Waka) Agustina Arumsari, dan Trenggono.
Jajaran pimpinan BGN, langsung masuk kedalam Gedung Bina Graha setibanya di depan Kantor KSP. Pertemuan jajaran pimpinan BGN dengan KSP Jenderal (Purn) Dudung, dilakukan secara tertutup.
Sebelumnya Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengevaluasi kinerja BGN. Hal ini dikatakannya, akan digencarkan dengan melakukan perbaikan tata kelola pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik menyebut bahwa BGN dibawah kepemimpinannya fokus melakukan efisiensi anggaran yang dikelola dalam program MBG. Hal ini dijelaskannya, untuk meringankan anggaran APBN dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Kami konsen pada efisiensi anggaran, agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini. Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi," kata Nanik dalam konferensi pers usai resmi dilantik Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Selain itu BGN diungkapkannnya, juga akan memperbaiki tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai dapur MBG. Ia menyebut bahwa pihaknya akan mengevaluasi kebutuhan pemerataan SPPG hingga di berbagai daerah.
"Bila per-hari ini jumlahnya dapur operasional berdasarkan virtual account 27.877, nah kita hentikan dulu. Kita tata, apakah dapur ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada, atau sebetulnya malah kelebihan," ujar Nanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....