Nelayan dan Kapal Feri Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi 4 Meter
- 10 Jun 2026 11:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan, peringatan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama periode 9 Juni 2026 hingga 12 Juni 2026.
- BMKG meminta, nelayan dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Gelombang tinggi dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran di berbagai wilayah.
- Nelayan perlu waspada ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Kondisi tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan, peringatan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama periode 9 Juni 2026 hingga 12 Juni 2026.
BMKG meminta, nelayan dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Gelombang tinggi dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran di berbagai wilayah.
Plt Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra menegaskan, pentingnya mematuhi batas keselamatan. Setiap jenis armada laut memiliki standar operasional yang harus diperhatikan.
“Nelayan perlu waspada ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Kondisi tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Agie dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Rabu, 10 Juni 2026.
BMKG, kata Agie, juga mengingatkan, operator kapal tongkang untuk meningkatkan kewaspadaan. Risiko pelayaran meningkat saat angin melampaui 16 knot dan gelombang melebihi 1,5 meter.
Sementara itu, operator kapal feri diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Batas aman feri berada pada gelombang maksimal 2,5 meter.
Berdasarkan pemantauan BMKG, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi. Kondisi itu diprediksi melanda sejumlah wilayah perairan Samudra Hindia.
Wilayah terdampak mencakup perairan barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung. Gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Fenomena tersebut dipicu angin kencang di wilayah selatan Indonesia. Kecepatan angin di kawasan tersebut tercatat mencapai 25 knot.
Selain itu, gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi muncul. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di sejumlah perairan strategis nasional.
Wilayah yang terdampak meliputi Selat Malaka bagian utara dan Samudra Hindia barat Aceh. Potensi serupa juga terdeteksi di Laut Banda, Laut Arafuru, dan utara Papua.
Analisis Pusat Meteorologi Maritim menunjukkan angin terkuat berada di beberapa kawasan. Di antaranya Laut Natuna, barat Kepulauan Mentawai, dan Laut Arafuru.
BMKG mengimbau seluruh pelaku maritim mengutamakan keselamatan selama periode cuaca ekstrem. Aktivitas pelayaran sebaiknya ditunda apabila kondisi melampaui batas aman operasional.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika cuaca laut memburuk,” ujar Agie Wandala Putra. BMKG meminta masyarakat pesisir terus memantau informasi cuaca terbaru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....