Presiden Prabowo Terima Perkembangan Program Bedah Rumah

  • 10 Jun 2026 08:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo menargetkan 400 ribu unit rumah tidak layak huni segera rampung
  • 2. Jumlah untuk penerima manfaat pada program Bedah Rumah pada 2027 akan ditambah
  • 3. Program prioritas rumah merupakan visi besar Presiden Prabowo untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat melalui akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, di Istana Merdeka, Jakarta. Menteri Ara-panggilan Maruarar memberikan laporan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sejumlah program prioritas di sektor perumahan.

Program prioritas disektor perumahan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat dan memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Menteri Ara melaporkan perkembangan 400 ribu unit rumah tidak layak huni yang direnovas.

“Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni. Renovasi menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah,” kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.

Menteri Ara juga menyampaikan perkembangan rumah susun subsidi di Meikarta, Kabupaten Bekasi. Pembangunan rumah susun di Meikarta, menjadi bagian dari program 3 juta rumah.

“Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah. Yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking,” kata Seskab Teddy.

Seskab Teddy juga mengatakan Presiden Prabowo telah memberi lampu hijau atas rencana penambahan jumlah Program Bedah Rumah pada tahun 2027. Pemerintah akan memperluas jangkauan manfaat program Bedah Rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program-program prioritas di sektor perumahan, termasuk pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan skema pembiayaan perumahan yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.

“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak. Hunian terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Seskab Teddy menegaskan.

Program di sektor perumahan merupakan visi besar dari Presiden Prabowo yang memastikan pembangunan tidak hanya menghadirkan pertembuhan ekonomi. Tetapi juga menghadirkan kesejahteraan rakyat melalui akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kemudian Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia Rino Santodiono Donosepoetro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....