Penerbit Erlangga Atasi Tantangan Kepercayaan Diri Siswa lewat Buku Baru

  • 09 Jun 2026 18:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penerbit Erlangga meluncurkan buku pelajaran berbahasa Inggris penuh untuk meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.
  • Guru mendapatkan bimbingan intensif agar lebih percaya diri saat mengajarkan materi pelajaran menggunakan bahasa asing.
  • Penggunaan buku Next Gen Choice sejak usia dini membantu menumbuhkan mentalitas berkomunikasi pada anak Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Penerbit Erlangga mengatasi tantangan kepercayaan diri pelajar lokal melalui buku sains dan matematika berbahasa Inggris. Rinciannya untuk jenjang SD adalah IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dan Matematika (Mathematics).

Sementara, untuk jenjang SMP adalah IPA (Science) dan Matematika (Mathematics). Langkah strategis tersebut dirancang khusus guna mengatasi hambatan psikologis dalam proses pengajaran bahasa asing.

Peluncuran literatur pendidikan tersebut berlangsung secara resmi di Hotel Royal Kuningan Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026. Pihak penyelenggara menilai kemampuan komunikasi internasional sangat penting bagi generasi muda dalam persaingan dunia.

Direktur Produk Penerbit Erlangga Ch. Eny Wijayanti memperkenalkan buku Next Gen Choice (NGC) untuk pelajar lokal. Perusahaannya berkomitmen menyediakan sarana belajar berkualitas agar pelajar lokal mampu bersaing dengan bangsa maju.

"Dua hal utama ini yang mendasari mengapa kami menerbitkan NGC, dan in English full. Kami memberanikan diri untuk menerbitkan itu, karena tadi, ingin bersaing di dunia global, ingin bersaing dengan bangsa-bangsa maju di dunia, kan harus menggunakan bahasa internasional, salah satunya bahasa Inggris, maka kami terbitkanlah dalam full in English," kata Eny.

Ia berkomitmen memberikan program pelatihan intensif bagi tenaga pengajar agar lebih berani menyampaikan materi. Program pendampingan khusus disiapkan untuk membantu para pendidik yang merasa kurang percaya diri saat mengajar.

"Nah, dari situlah kami ingin yang mencoba karena belum... kalau tidak dimulai, enggak akan tahu bagaimana kesulitan-kesulitannya apa. Jadi kami memberanikan diri juga termasuk melatih guru-guru, nanti kami juga akan dampingi guru-guru di tengah semester," kata Eny.

Direktur Akademik Sekolah Bogor Raya Fransiska Susilawati menjelaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat aman. Pendidik perlu berperan sebagai fasilitator yang menumbuhkan keberanian murid untuk berbicara menggunakan bahasa asing.

"Last one adalah memberikan ruang yang aman, yang terstruktur, tidak berisiko. Untuk apa? Menumbuhkan kultur berani dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris," ujar Fransiska Susilawati.

Fransiska menyarankan para pengajar untuk terus mempraktikkan instruksi bahasa asing tersebut di dalam kelas. Pengulangan kata secara konsisten dipercaya dapat menghapus keraguan psikologis yang dialami guru maupun siswa.

"Bapak Ibu Guru tinggal baca aja. Enggak apa-apa, lama-lama nanti akan terbiasa. Pertama-pertama mungkin enggak enak, ya, merasa enggak pede, tapi ketika bahasa itu di-repeat, diteruskan, diulang, dipakai," kata Fransiska yang juga menjabat Ketua Perempuan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).

Tokoh publik Becky Tumewu menceritakan pengalamannya tentang perbedaan mentalitas antara siswa lokal dengan pelajar asing saat di Singapura. Ia melihat adanya kesenjangan kepercayaan diri yang signifikan saat anak Indonesia bersaing di tingkat global.

"Wah, kita ditunjuk pertama, anak Indonesia. Saya tahu padahal nih yang mewakili kita nih Inggrisnya juga gape dan lain-lain, tapi itu aja ya, ngomongnya tuh ada keterbatasan, confidence-nya kurang, kemudian masih berbicara seperti berpikirnya tuh masih dalam bahasa Indonesia diterjemahkan, gitu ya," kata Becky Tumewu.

Becky menjelaskan kecenderungan menerjemahkan pikiran secara harfiah menjadi penghambat utama kelancaran berkomunikasi secara natural. Penggunaan literatur sejak usia dini diyakini mampu membentuk pola pikir adaptif pada diri anak.

"Dibandingkan kemudian dengan anak negara tetangga kita, gitu. Wah, fluent banget, gitu. Dan very confident," ujar Becky.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....