Prabowo Lantik Pimpinan Baru BGN dan Penasihat Said Iqbal
- 08 Jun 2026 23:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional serta Penasihat Khusus Presiden.
- Said Iqbal berkomitmen membantu presiden dalam menyusun berbagai kebijakan terkait peningkatan kesejahteraan para pekerja.
- Pemerintah berfokus mengintegrasikan tiga aspek krusial ke dalam rencana revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Penasihat Khusus Presiden (PKP) baru. Acara pelantikan pejabat tersebut berlangsung khidmat bertempat di Istana Negara Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.
Nanik Sudaryati Deyang menjabat Kepala BGN didampingi Agustina Arumsari serta Trenggono selaku Wakil Kepala BGN. Sementara itu Said Iqbal resmi mengemban tugas baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Pengangkatan pimpinan BGN didasarkan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 18/M Tahun 2026. Sedangkan pengangkatan Said Iqbal berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin pengucapan sumpah jabatan seluruh pejabat negara yang dilantik. Kegiatan penting ini dilaksanakan guna menguatkan struktur kelembagaan dan mempercepat realisasi program strategis nasional.
“Demi Allah saya bersumpah. Bagi saudara yang beragama Katolik, demi Tuhan saya berjanji. Selanjutnya, secara bersama sama harap mengikuti bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo yang diikuti para pejabat.
Setelah bersumpah para pejabat negara langsung menandatangani naskah sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi Presiden dalam memberikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal memberikan pernyataannya setelah dilantik. Tugas baru ini sejalan dengan visi presiden bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan seluruh kalangan pekerja.
"Pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan. Orientasi itulah yang mungkin akan menjadi fokus daripada tugas-tugas saya untuk membantu Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto," ujar Said usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ia menguraikan tiga aspek krusial terkait analisis kebijakan kesejahteraan bagi para buruh di Indonesia. Hal itu meliputi kepastian kerja kepastian pendapatan dan jaminan sosial bagi para pekerja nasional.
"Jadi tiga hal inilah yang akan kami fokuskan untuk memberikan saran-saran, pendapat dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh," ujarnya.
Said berkomitmen memastikan ketiga unsur utama itu menjadi pertimbangan dalam rencana revisi regulasi ketenagakerjaan. Revisi tersebut harus mampu memuat perlindungan pekerja informal sesuai standar International Labour Organization (ILO) dunia.
"Hal-hal inilah yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran, pendapat, gagasan, dan menganalisis kebijakan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....