Menteri Ekraf Bidik Pangsa Produksi Iklan Global Masuk ke Indonesia
- 08 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pemerintah akan terus membuka akses bagi talenta kreatif Indonesia untuk tampil dalam berbagai ajang internasional.
- Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri periklanan nasional di tingkat global.
- Menurut Riefky, Kementerian Ekraf bersama asosiasi terus memetakan kompetisi internasional bagi talenta kreatif Indonesia berprestasi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pemerintah akan terus membuka akses bagi talenta kreatif Indonesia untuk tampil dalam berbagai ajang internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri periklanan nasional di tingkat global.
Menurut Riefky, Kementerian Ekraf bersama asosiasi terus memetakan kompetisi internasional bagi talenta kreatif Indonesia berprestasi. Langkah tersebut bertujuan memperluas pengakuan dunia sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya kreatif nasional Indonesia.
“Kami akan terus memetakan event-event internasional yang bisa mengirimkan talenta-talenta kita untuk mendapatkan pengakuan dunia. Sehingga dunia bisa melihat bahwa para talenta Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya,” kata Teuku Riefky Harsya saat diwawancarai awak media di Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.
Ia berharap semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang terlibat dalam ajang global, khususnya di sektor periklanan. Sehingga kualitas karya dan standar kerja industri nasional semakin diakui secara internasional.
“Harapannya dengan memperkenalkan talenta-talenta kreatif kita. Terutama di industri periklanan, baik dan semakin memenuhi standar internasional,” ujarnya.
Riefky menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang Indonesia terlibat dalam rantai produksi industri periklanan dunia. Menurutnya, berbagai pekerjaan kreatif kini dapat dikerjakan secara jarak jauh tanpa harus bertatap muka.
“Sekarang serba digital, tidak harus datang langsung, tetapi secara remote juga bisa dikerjakan. Artinya kue dari pembuatan produksi iklan dunia itu kami harap bisa banyak masuk ke Indonesia,” ucapnya.
Pemerintah mendorong produksi iklan global semakin banyak melibatkan tenaga kreatif dan agensi berbasis di Indonesia. Langkah ini diharapkan meningkatkan kontribusi sektor periklanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Riefky mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi sektor ekonomi kreatif pada subsektor periklanan pada 2025 mencapai sekitar Rp6,6 triliun. Nilai tersebut menempatkan subsektor periklanan pada posisi kelima setelah aplikasi, kriya, fesyen, dan kuliner.
“Investasi sektor ekonomi kreatif di subsektor periklanan saat ini menempati urutan kelima dengan nilai Rp6,6 triliun. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar industri periklanan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional berkelanjutan,” kata Riefky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....