BMKG Catat 20 Gempa Susulan Usai Gempa M7,7 di Selatan Mindanao

  • 08 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat terjadi 20 gempa bumi susulan setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina.
  • Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
  • BMKG menyatakan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa telah resmi berakhir.

RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 20 gempa bumi susulan. Ini setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi.

Demikian disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam pembaruan informasi gempa yang diterima di Manado, Senin 8 Juni 2026. Ia mengatakan hingga pukul 10.00 WIB hasil pemantauan menunjukkan aktivitas gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,9 hingga 6,7.

"Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,9-6,7. Dan dua gempa dirasakan," ujar Wijayanto.

Gempa utama terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 47 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, tepatnya di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Di Miangas dan Melonguane, intensitas gempa mencapai VI MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan seperti plester dinding yang jatuh.

Sementara itu, di Siau dan Tagulandang, guncangan tercatat pada intensitas V MMI, di mana hampir seluruh penduduk merasakan getaran dan sejumlah barang dapat terpelanting. Di Morotai, Halmahera Utara, serta Kota Manado, intensitas gempa mencapai IV MMI yang menyebabkan banyak warga terbangun dari tidur.

Sedangkan di Toli-Toli dan Kabupaten Gorontalo Utara, intensitas tercatat III-IV MMI.

Getaran juga dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Batang, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah dengan intensitas III MMI.

BMKG menyatakan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa telah resmi berakhir. Ini setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB," kata Wijayanto.

BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah terdampak. Masyarakat juga diimbau untuk hanya mengakses informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....