Detik-Detik Warga Keluar Bangunan saat Terjadi Gempa M7,7 di Sulawesi

  • 08 Jun 2026 08:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa magnitudo 7,7 membuat warga keluar bangunan pada Senin pagi.
  • Sejumlah warga mengaku merasakan getaran cukup lama saat gempa terjadi.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan mengimbau masyarakat tetap waspada.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi membuat warga berhamburan keluar bangunan pada Senin pagi. Sebagian warga masih mengenakan pakaian tidur saat berkumpul di area terbuka menunggu kondisi kembali aman.

Momen tersebut ramai dibagikan masyarakat melalui media sosial sesaat setelah gempa terjadi. Berbagai unggahan memperlihatkan situasi warga yang berusaha menyelamatkan diri dari dalam rumah maupun bangunan.

Dalam video yang diunggah, sejumlah warga terlihat berkumpul di luar bangunan. Sebagian di antaranya masih mengenakan piyama dan membawa barang seadanya.

"Baru belum bangun, belum sadar ternyata gempa. Nge-shake di kasur dan semua orang keluar rumah," ujar akun TikTok @PSNovi, Senin, 8 Juni 2026.

Unggahan Tiktok @ifaaaaa memperlihatkan keluar dari bangunan saat hendak mengikuti apel disebabkan gempa M7,7 di Laut Sulawesi, Senin, 8 Juni 2026 (Foto: Tiktok/@ifaaaaa)

Unggahan lainnya memperlihatkan warga saling bertanya mengenai sumber getaran yang dirasakan. Beberapa orang juga terdengar mengaku terkejut karena gempa berlangsung cukup lama.

"Ya Allah, lama sekali, sudah lebih dari semenit dan masih terasa. Kok jadi sering gempa ya, akhir-akhir ini ya?," ujar akun TikTok @Ifaaaaa.

Selain membagikan situasi evakuasi, sejumlah warga turut mengunggah kondisi lingkungan sekitar. Banyak pengguna media sosial kemudian saling bertukar informasi mengenai gempa yang terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 06.37.42 WIB, Senin, 8 Juni 2026. Gempa magnitudo 7,7 tersebut berpusat di Laut Sulawesi dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi terkait perkembangan situasi diminta hanya mengacu kepada BMKG.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....