Ketua Komisi VII DPR RI Tekankan Perlunya Evaluasi Komposisi Anggaran Kemenperin

  • 08 Jun 2026 11:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menekankan perlunya evaluasi komposisi anggaran Kementerian Perindustrian.
  • Saleh menyebut anggaran Kemenperin bahkan sempat mengalami penurunan.
  • Hasil rapat internal komisi mendorong evaluasi dilakukan secara lebih mendalam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya ingin mengevaluasi komposisi anggaran Kementerian Perindustrian. Evaluasi dilakukan karena anggaran yang pernah dibahas sebelumnya tidak mengalami kenaikan.

Menurut Saleh, bahkan terdapat anggaran yang justru mengalami penurunan pada tahun berikutnya. Karena itu, Komisi VII DPR RI merasa perlu melakukan pendalaman terhadap persoalan tersebut.

“Kami itu hanya ingin melihat bagaimana komposisi anggaran yang sebetulnya kita sudah lalui dua kali ini sebetulnya. Ternyata yang dulu, yang awal itu saya ingat anggarannya sekian, begitu tahun berikutnya tidak bisa nambah, malah turun,” ujar Saleh dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Saleh mengatakan hasil rapat internal komisi menginginkan evaluasi dilakukan lebih mendalam. DPR ingin mengetahui letak persoalan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program Kementerian Perindustrian.

Ia menyebut Komisi VII juga ingin melihat proporsi anggaran pada setiap direktorat jenderal. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui alokasi yang dinilai paling sesuai bagi masing-masing unit kerja.

“Maka teman-teman di dalam rapat internal komisi itu menginginkan supaya ini kita dalami sebetulnya di mana duduk persoalannya. Lalu apa saja yang harus kita lakukan dan tidak boleh ditinggalkan di dalam pembahasan dan juga pelaksanaan program di Kementerian Perindustrian,” kata Saleh.

Saleh menjelaskan alokasi anggaran terbesar saat ini berada pada Politeknik Perindustrian. Namun menurutnya, anggaran tersebut lebih berfokus pada penyiapan sumber daya manusia.

Ia menilai kebutuhan direktorat lain juga perlu mendapatkan perhatian dalam pembahasan anggaran. Karena itu, DPR meminta penjelasan mengenai kebutuhan setiap direktorat jenderal.

“Nah tentu saja kalau dari alokasi anggaran paling besar kan tentu di Politeknik Perindustrian. Tetapi kan anggaran Politeknik Perindustrian itu kan tidak langsung bersinergi atau bersambung dengan katakanlah penciptaan industri baru,” ucap Saleh.

Saleh mengatakan anggaran Politeknik Perindustrian tetap sangat penting. Namun anggaran tersebut perlu didukung oleh alokasi pada direktorat lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....