Mahasiswa Soroti Pelemahan Rupiah, Kinerja Bank Indonesia Diminta Evaluasi
- 08 Jun 2026 06:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah mahasiswa menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional
- BADKO HMI Jawa Timur berencana menggelar konsolidasi mahasiswa untuk membahas kondisi ekonomi nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah mahasiswa menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur Yusfan Firdaus menilai publik perlu memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan ekonomi nasional. Menurutnya, pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, Yusfan menilai Bank Indonesia sebagai otoritas moneter perlu menjelaskan secara terbuka berbagai kebijakan yang ditempuh. Dan ini untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
“Bank Indonesia harus menjelaskan secara terbuka arah kebijakan yang diambil. Agar tidak menimbulkan kecurigaan dan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Yusfan dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.
Ia juga meminta Bank Indonesia memperkuat akuntabilitas kepada publik terkait upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh penjelasan yang memadai mengenai langkah-langkah yang dilakukan otoritas moneter dalam menghadapi tekanan terhadap rupiah.
Sebagai tindak lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana menggelar konsolidasi mahasiswa untuk membahas kondisi ekonomi nasional. Dan juga merumuskan langkah advokasi terkait kebijakan moneter yang dinilai perlu dievaluasi.
Yusfan menegaskan kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol publik dalam sistem demokrasi. Ia berharap evaluasi terhadap kebijakan ekonomi dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kepentingan nasional.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, sepakat memperkuat sinergi fiskal dan moneter. Tujuannya guna membentengi nilai tukar rupiah dari gejolak global.
Langkah ini diambil menyusul adanya aliran modal keluar akibat kenaikan suku bunga di pasar luar negeri. Gubernur Perry Warjiyo menegaskan hubungan antara otoritas moneter dan fiskal selama ini berjalan sangat erat.
"Penguatan koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan, dan saat ini memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama. Saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar Perry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....