Kepala BPOM Minta Jamu Dikembangkan dan Tak Dianggap Barang Kuno

  • 07 Jun 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar meminta jamu terus dikembangkan melalui berbagai inovasi.
  • Taruna menegaskan jamu tidak boleh dianggap sebagai barang kuno atau produk yang ditinggalkan zaman.
  • Pernyataan tersebut disampaikan pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan jamu perlu terus dikembangkan melalui berbagai inovasi. Menurutnya, jamu memiliki masa depan yang menjanjikan dan tidak boleh dianggap sebagai produk kuno.

Taruna menyampaikan hal tersebut pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jamu Nasional yang berlangsung selama sepekan.

"Jadi, jamu itu jangan dipikirkan barang kuno, barang klasik yang tidak perlu lagi. Kedepannya jauh luar biasa, bisa berinovasi," ujar Taruna..

Ia juga menyinggung generasi milenial dan generasi alfa dalam pengembangan jamu ke depan. Menurutnya, jamu memiliki potensi besar apabila dikelola dengan baik.

"Dan saya kira generasi milenial dan generasi yang terbaru yaitu generasi alfa, ini menjadi sebuah kekayaan. Jangan lupa, saya selalu katakan ada potensinya Rp350 triliun setiap tahun kalau ini dikelola dengan baik," kata Taruna.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak seluruh pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong memiliki peran penting menjaga warisan budaya bangsa.

Jony mengatakan para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional kepada masyarakat. Mereka juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini.

"Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung," ujar Jony.

Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, jamu tidak harus selalu dipasarkan dalam kemasan botol seperti selama ini.

Ia menyebut produk jamu dapat dikembangkan dalam bentuk saset, tablet, maupun kosmetik. Menurutnya, jamu diharapkan dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....