Menteri LH Nilai Kolaborasi jadi Kunci Capai Net Zero Emission
- 06 Jun 2026 20:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mulai dari pemerintah, korporasi, dan masyarakat melalui pendekatan wajib, kepatuhan, dan sukarelawan.
- Pengendalian emisi dilakukan dengan aturan ketat serta mekanisme offset, seperti penanaman pohon dan mangrove untuk memulihkan lingkungan.
- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan target net zero emission (NZE) membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Target net zero emission (NZE) bukan semata tanggung jawab negara, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
“NZE itu bukan hanya tugas pemerintah, ada yang sifatnya mandatory, sifatnya compliance. Artinya, semua orang yang melakukan kegiatan harus sesuai dengan aturan sehingga tidak menambah emisi,” ujar Jumhur, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, setiap aktivitas yang berpotensi menambah emisi harus mengikuti aturan yang berlaku. Jika terjadi peningkatan emisi, pelaku usaha didorong untuk melakukan offset melalui kegiatan yang mampu memulihkan kualitas lingkungan.
Contohnya, seperti penanaman pohon dan mangrove. Selain itu, gerakan sukarela masyarakat dinilai semakin berkembang dan perlu diorkestrasi secara lebih baik.
Pemerintah, korporasi, dan masyarakat diharapkan dapat bergotong royong dalam menjaga lingkungan. Hal ini, lanjut Jumhur, demi mencapai target net zero emission secara berkelanjutan.
“Jadi soal zero emission, kita sedang bekerja ke sana. Mudah-mudahan gotong royong ini bisa terjadi dengan baik,” ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyebut mayoritas investasi, yakni sekitar 87 persen, diharapkan berasal dari badan usaha, baik BUMN maupun swasta. Ia menekankan keterlibatan sektor swasta juga menjadi penting.
Hal ini, menurutnya, mengingat keterbatasan fiskal pemerintah membuat upaya dekarbonisasi tidak dapat bergantung pada investasi negara semata. “Karena itu, kita perlu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama,” ujar Yuliot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....